oleh

Diduga Aset Pemkab Raib, Aliansi To Mappasang Desak Dewan Bentuk Pansus

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Diduga alihkan aset Pemerintah Kabupaten Bantaeng, LSM Pemuda Lira bersama Aliansi To Mappasang lakukan Aksi Unjuk rasa (Unras) didepan halaman Kejaksaan Negeri Bantaeng Jalan Andi Mannappiang, Kamis 24/9/2020.

Menurut ketua LSM Pemuda Lira yang juga menjadi koordinator Aksi Aliansi to Mappasang, dalam aksinya menyebut Kendaraan dinas jenis Innova nopol DD 85 F diduga kuat telah beralih kepemilikan tanpa melalui mekanisme pelepasan Aset sesuai Permendagri Nomor 19 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Aset Pemerintah Daerah.

Ketua Komisi 2 DPRD Kab. Bantaeng Asriyudi didampingi Didik Sugiarto menerima aspirasi aksi unras di ruang rapat komisi 2 Kamis 24 September 2020

“Pengalihan hak kepemilikan aset pemerintah hanya boleh dilakukan pejabat yang diatur Permendagri Nomor 16 Tahun 2016” sebut Yuzdanar.

Selain itu, dia juga menuding Pemkab Bantaeng, dalam hal ini Kabid Aset, Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) ini juga telah mempersewakan yang menjadi aset daerah

Material Bongkaran Proyek Dak Tahun Anggaran 2018-2020, dan Material Bongkaran Proyek MPP serta Material Proyek RSUD di tahun 2020 juga menjadi tuntutan aksi, dihadapan Ketua Komisi 2 DPRD yang dipimpin langsung ketua Komisi 2 Asriyudi, saat menerima aspirasi pengunjuk rasa.

Ironisnya lagi, menurut Danar, dugaan kuat jika kasus ini mandek di Kejaksaan Negeri Bantaeng dikarenakan, kasus tersebut telah di
Barter dengan sebuah Kendaraan Dinas (Randis) jenis Innova DD 85 F yang dulunya digunakan (pinjam pakai) oleh Mantan Kasi Intel yang saat itu sebagai Ketua Tim yang dibentuk Mantan Kajari, akan tetapi laporan kami Mandek dan Mantan Kasi Intel pun telah pindah bersamaan dengan Raibnya randis itu, tambahnya.

untuk itulah gerakan yang menamakan diri Aliansi to Mappasang, menyatakan sikap sebagai berikut
Lahan milik Pemerintah Daerah di Areal Kawasan Industri seluas 2 hektar yang tak jelas Proses Sewa lahan dan Sewa parkirnya, dan ditengarai Pihak Aset Pemda dan PT. Sinar Deli Bantaeng yang menikmati uang sewa tersebut, dimana sejak dari awal PT. HUADY mempergunakan lagan tersebut tanpa Kesepakatan antara Pemda dan PT.HUADY
Masih banyaknya Aset Pemda berupa Mobil yang telah habis masa Pinjam Pakainya dan hingga detik ini aset tersebut masih dalam penguasaan pihak peminjam

Mereka juga menuntut wakil rakyat dalam tempo 4×24 jam, Untuk segera membentuk Pansus. tutup Danar.

Komisi 2 DPRD Bantaeng yang menghadirkan Kepala Bidang Aset, Badan Pengelola Keuangan Bantaeng Akhmad Said, membantah tudingan Pendemo.

Randis yang dimaksud kata Akhmad telah melalui mekanisme Lelang yang dimenangkan seorang ASN Almarhum Sultan, jelas Akhmad.

“Randis yang dimaksud Danar dan kawan kawan itu sudah dilelang dan dimenangkan seorang ASN, Sultan” kata Kabid Aset Akhmad.

Bahkan lanjut Akhmad, setelah dilakukan pelelangan Randis itu sudah diserahkan Kejari 1 Agustus 2018, jelas Kabid Aset memperlihatkan Berita Acara penyerahan yang ditermanya sendiri.

“Randis itu sudah diserahkan oleh Kejari tanggal 1 Agustus 2018, tutur Akhmad menunjukkan Berita acara penyerahan randis Innova DD 85 F.

Soal kendaraan dikuasai pihak lain selain Almarhum Sultan itu sudah diluar kewenangan pemerintah, paparnya.

Soal yang disewa PT Huady itu sah sah saja bahkan nilai sewanya jauh melebihi standar sewa lahan,

Kabid Aset ini juga mengungkapkan kepada media ini hasil penjualan aset bongkaran RSUD yang nyaris raib berhasil diselamatkan.

“Bongkaran RSUD itu nyaris hilang, kami selamatkan, hasil penjualannya 35 juta sudah kami setorkan ke Kas Daerah” pungkasnya.
Laporan : Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed