BeritaDAERAHEKONOMINTB

Panitia Kabupaten Lombok Timur Dinilai Tak Punya Otak! Peserta Keluhkan Pelaksanaan Karnaval Tingkat Kabupaten, Gabungkan SD, SMP dan SMA Dinilai Melelahkan

94
×

Panitia Kabupaten Lombok Timur Dinilai Tak Punya Otak! Peserta Keluhkan Pelaksanaan Karnaval Tingkat Kabupaten, Gabungkan SD, SMP dan SMA Dinilai Melelahkan

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Pelaksanaan karnaval 17 agustus tingkat kabupaten lombok timur mendapat sorotan dari salah seorang peserta. Keluhan tersebut disampaikan melalui media sosial oleh akun Facebook setelah mengikuti kegiatan karnaval yang berlangsung sehari sebelumnya,29/08/2026.

 

Dalam unggahannya, Hidayatul meminta panitia penyelenggara menjadikan pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bahan evaluasi.

 

 

Ia menyoroti keputusan menggabungkan peserta dari jenjang SD, SMP dan SMA dalam waktu yang bersamaan.

 

 “Tolong kegiatan kemarin jadikan evaluasi, jangan lagi terima ide-ide menggabungkan kegiatan SD, SMP dan SMA dalam waktu yang bersamaan,” tulisnya.

 

Menurutnya, kegiatan tingkat kabupaten seharusnya mempertimbangkan kondisi peserta, terutama mereka yang harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju lokasi kegiatan.

 

Ia mengaku peserta dan guru harus menunggu cukup lama sebelum pemberangkatan. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat tenaga dan semangat peserta terkuras.

 

“Kami berangkat siang sampai rumah azan Isya,” tulisnya, seraya menyertakan sejumlah emoji yang menggambarkan kelelahan.

 

Hidayatul menegaskan bahwa menjadi utusan dalam kegiatan tingkat kabupaten sebenarnya merupakan kebanggaan bagi peserta. Namun, ia berharap pola pelaksanaan kegiatan dapat dievaluasi agar tidak terlalu membebani siswa maupun guru pendamping.

 

“Kami peserta sangat senang jika menjadi utusan kekabupaten. Tapi jika acara yang bapak ibu putuskan seperti kemarin, kami guru, apalagi siswa kami capek,” ungkapnya.

 

Dalam unggahan tersebut, ia juga menyebut kondisi peserta yang kelelahan akibat menunggu pemberangkatan, bahkan terdapat sejumlah siswa yang disebut sampai beristirahat atau berbaring di lokasi kegiatan.

 

Keluhan tersebut menjadi catatan bagi panitia penyelenggara agar pelaksanaan karnaval di kabupaten Lombok Timur berikutnya dapat mempertimbangkan pengaturan jadwal, pemisahan jenjang pendidikan, waktu tunggu peserta, serta jarak tempuh kontingen, sehingga kegiatan tetap meriah tanpa mengabaikan kondisi peserta.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *