oleh

Kejaksaan Gunungsitoli Di duga Bermain-main dengan Petikan Putusan Ingkrah MA

TOPIKTERKINI-GUNUNGSITOLI- Kejaksaan gunungsitoli diduga bermain-main dengan petikan putusan Ingkrah MAHKAMAH AGUNG  Pasal 226 juncto Pasal 257 KUHAP nomor 714 K/Pid/2020 yang telah memutuskan perkara para terdakwa, sampai saat ini belum dilakukan Eksekusi. Selasa 27/10/2020.

menurut petikan surat tersebut kedua para Terdakwa berada dalam tahana Rumah Tahana Negara (Rutan) sejak tanggal 30 September 2019 sampai 31 Juli 2020, Namun hal ini diduga belum dilaksanakan penuh kejaksaan negeri Gunungsitoli sesuai Petikan putusan Mahkamah Agung Tersebut.

Foto : Salinan Surat Petikan Putusan Dari MAHKAMAH AGUNG

dimana Aroziduhu Zebua Alias AMA Hardi (Terdakwa)  umur (43) salah satu terdakwa dari dua orang yang menjadi Terdakwa yang termuat dalam petikan putusan Mahkamah Agung yang menjabat sebagai kepala desa saat ini tetap berkeliarah diluar melakasanakan aktivitasanya hal ini membuat Fonahia Zebua sebagai korban merasa kurang Nyaman alias terancam.

lalu, Fonahia Zebua (Korban) atas kasus tindak pidana ini mengirimkan suratnya kepada kejaksaan Negeri Gunungsitoli pada tanggal 19 Oktober 2020 kepada kejaksaan Negeri Gunungsitoli untuk memohon secepatnya di Eksekusi Terdakwa Aroziduhu Zebua namun surat tersebut sampai saat ini belum dijawab  pihak kejaksaan,

“surat bapak telah kami terima namun kami tidak bisa menjawab surat bapak karena kami tidak berwenang tentang hal itu, dan hanya  pimpinan kami yang bisa menjawab surat bapak, kebetulan saat ini pimpinan kami lagi berada di nias barat dan pak Jaksa Yudhi Permana berada dimedan,” kata salah satu petugas Administrasi Kejaksaan Negeri Gunungsitoli itu.

Izin pak apa kami bisa bertemu dengan Ibu Kejari Gunungsitoli,,?

” maaf pak ibu sekarang lagi Virtual , Jawab salah satu Sekuriti yang ada dikejaksaan negeri Gunungsitoli saat awak media hendak konfirmasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli yang berda di Jalan Soekarno n0 9 Kelurahan pasar Gunungsitoli kecamatan Gunungsitoli kota Gunungsitoli.

Selanjutnya diwaktu yang berbeda Fonahia Zebua merasa kecewa karena surat yang telah dikirimnya kejaksaan itu belum kunjung mendapatkan jawaban,

” Saya merasa kecewa karena surat saya itu tidak dibalas, karena saya sering sekali datang kesini untuk mempertanyakan tentang kasus pidana ini kapan di Eksekusi, namun saya tidak mendapat jawaban bahkan jaksa yudhi sendiri selalu mengatakan sabar, sabar, sabar saja namun tidak ada jawaban yang pasti,” Ungkap Korban Penganiayan itu.

Sampai Berita ini diterbitkan belum ada pernyataan secara resmi dari pihak kejaksaan negeri Gunungsitoli atas apa yang disampaikan Fonahia Zebua terkait Eksekusi salah satu terdakwa yang ada dalam surat petikan putusan Mahkamah Agung kecuali Yanuari Waruwu (Terdakwa) umur (35) alias Ama viki yang telah berada dalam rumah tahana negara (Rutan) saat ini. (Tim)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed