oleh

Kerjasama Pelindo Pemda Terkait PAS Mobil Bermalam Dinilai Mencekik Masyarakat

TOPIKTERKINI.COM – BERAU KALTIM: Kesepakatan bersama antara pemerintah kabupaten berau dan pelindo IV persero wilayah kabupaten berau pada 07/02/2019 terkait penetapan pas mobil bermalam diluar area dermaga pelabuhan tanjung batu yang mencapai rp, 50.000 /satu malam, dinilai sangat tinggi dan terkesan mencekik masyarakat hususnya yang menegah kebawa.

Seperti yang dialami beberapa warga masyarakat berau sebut saja mas juliant, pahmi dan kawan kawannya yang mengalami hal tersebut

Hasil wawancara dengan kami dengan pemuda ini menyebutkan karna ingin jalan jalan ke pulau derawan kamipun memarkir mobil ditempat parkir yaitu di luar pintu gerbang masuk ke dermaga pelabuhan, sekitar tiga malam bermalam dipulau, pada saat kembali dari pulau derawan,
mereka pun mengutarakannya bahwa ternyata parkir di area tersebut bayar rp 50.000 / satu malam, hal tersebut dibuktikan dengan seseorang yang ditugasi diarea tersebut, sambil merobek karcis, ternyata dalam semalam mobil diparkir dikenakan biaya parkir rp, 50.000. karena pemuda pemuda ini menggunkan tiga mobil merekapun mengeluarkan biaya parkir mencapai rp.450.000. Padahal mobil cuman diparkir nda di apa apai sama penjaganya, panas kepanasan hujanpun kehujanan, masa cuman diparkir begitu karcisnya selangit ungkap pemuda ini.

Dikatakan mereka, tak hanya biaya parkir, ada juga biaya tambahan lainnya, seperti pas keberangkatan, karcis sekali berangkat di kenakan,rp.15000./ satu orang, sehingga kalau dihitung biaya yang kami keluarkan mencapai ratusan ribu hanya untuk diarea pelabuhan saja.

Kami berharap kepada pihak pengelola pelabuhan maupun pemda agar mempertimbangkan kembali kesepakatan bersama ini, karena terlalu berat bagi masyarakat menegah kebawa debgan nada kesal,

Sementara itu pada senin/09/11/20. Pihak pelabuhan indonesia Pelindo IV persero wilaya berau yang hendak ditemui melalui petugas(sikurity) mengatakan bahwa managernya ada namun hendak pergi rapat ungkap sikurity.

Di tempat tepisah kepala UPTD pulau derawan pak Risman yang ditemui dikantor dinas perhubungan , diruang bidang perhubungan laut mengatakan, kalau menggukan karcir seperti yang bapak perlihatkan itu benar dan sah, itu pasnya resmi sebagaimana yang disepakati bersama antara pemda dan pelindo selaku pihak pengelola pelabuhan.

Ditanya kapan kesepakan bersama itu di setujui pak risman mengatakan kerja sama ini disepakati pada tahun lalu yaitu 2019. Untuk tahun pemda kembali lakukan MOU, lagi dengan pelindo cuman karna masi suasana pandemi covid 19. makanya belum terlaksana, namun kami dalam hal ini pemerintah kabupaten telah menyusun kembali kesepakan untuk pengelolaan tahun ini, ungkapnya,

Laporan: Sofyan Olii

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed