oleh

Alasan Tidak Ada Penerbangan, Mediasi PT. Aitara dan Buruh Gagal

TOPIKTERKINI.COM, BANGGAI – Mediasi sengketa tenaga kerja antara PT. Aitara dan 19 orang buruh pada Rabu pagi (16/12/2020) belum membuahkan hasil. Gagalnya mediasi yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Banggai itu disebabkan perwakilan dari PT. Aitara tidak hadir.

“Dari perwakilan PT Aitara tidak ada, alasan mereka (PT Aitara) tidak ada penerbangan pesawat Jakarta – Luwuk, sehingga mediasi ditunda dan dilanjutkan pada Senin (21/12) pekan depan” kata Ambam Noho salah satu buruh.

Sengketa tenaga kerja antara 19 buruh dan  PT Aitara salah satu subkon di PT. Panca Amara Utama (PAU), Project Ammonia Plaint, Desa Uso, Kecamatan Batui itu, bermula dari pemberhentian  19 orang tenaga kerja yang merupakan security dinilai tidak sesuai prosedur dan melanggar mekanisme yang tercantum dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Surat bernomor : SE.04/MEN/VIII/2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 19 TAHUN 2012, tentang Syarat Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaaan Kepada Perusahaan lain serta Permenaker Nomor 19, Tahun 2012. Ungkap Ambam Noho

Mediasih tersebut diikuti perwakilan 19 buruh didampingi Serikat Buruh dan Lembaga Adat Batumondoan untuk mendukung kejelasan nasib karyawan yang diberhentikan.

“Mereka yang diberhentikan hanya mencari sesuap nasi di tanah airnya sendiri, dan sebenarnya telah bekerja dua tiga tahun tiba-tiba diberhentikan secara sepihak”, ungkap Irman Budahu, Ketua Lembaga Adat Batumondoan.

Irman menjelaskan Lembaga adat Botumonduan turut terlibat karena merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memfasilitasi 19 karyawan security merupakan bagian dari masyarakat adat yang perlu dilindungi keberlangsungan kehidupannya sehari-hari. Tandasnya.

Liputan: Usman/Amad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed