oleh

5 Kali Terlapor “Pelaku” Belum Diamankan Polisi, Ada Apa?

OPIKTERKINI.COM – JENEPONTO | Kasus laporan pengrusakan di mapolres Jeneponto belum ada titik terang hingga saat ini,pelapor yang dikonfirmasi rabu 15/ 12 /2020 menyayangkan kinerja penyidik Polres Jeneponto.

5 Kali Terlapor "Pelaku" Belum Diamankan Polisi, Ada Apa?Menurut Suhafid bahwa laporan pengrusakan yang dilaporkan pada tanggal 29/ 11/ 2016 hingga saat ini belum ada titik terang dan kejelasan dari penyidik Polres Jeneponto, pengrusakan yang dilakukan oleh Ari Putra (Terlapor) mengakibatkan korban mrngalami kerugian kurang lebih 3.500.000″katanya

5 Kali Terlapor "Pelaku" Belum Diamankan Polisi, Ada Apa?“Ia Pak mulai tahun 2016 hingga 2018 saya laporkan Ari putra dengan laporan pengrusakan dan laporan pengancaman, 3 kali saya laporkan perusakan, 1 kali laporan pengancaman, namun hingga saat ini belum ada titik terang” ucap Suhafid pada media topikterkini.com baru-baru ini.

Masih kata Suhafid bahwa sudah 5 kali melaporkan kasus yang berbeda, mulai kasus pengrusakan dengan nomor polisi Lp: B/182/X1/2016 di Polres Jeneponto, kemudian laporan pengancaman nomor Polisi Lp:29/111/2017 direskrim Polsek Tamalatea, Kabupaten Jeneponto,Sulawesi Selatan.

Kata dia, setiap dia tanyakan ke penyidik dia hanya janji tunggumaki, sabarkimaki pak, nanti setelah ada putusan dari pengadilan Agama Jeneponto, dan putusan eksekusi baru bisa ditindaklanjuti.

Tapi setelah ada putusan dari pengadilan Agama Jeneponto, dan penetapan eksekusi masih juga begitu, bosanma dijanji-janji terus pak” ujar Hafid saat dikonfirmasi oleh awak media.

Ketua Forum Pembela Keadilan FPK Sudirman Sijaya SH angkat bicara bahwa bukan persoalan perdatanya yang kita permasalahkan, yang dipermasalahkan di sini adalah pengrusakannya  dan ancamannya.

Kata dia, buat apa di tunggu keputusan pengadilan menyangkut masalah perdata,sedangkan yang di dilaporkan Suhafid adalah pengancaman dan pengrusakannya.Sementara, tanah itu kan,dikuasai Suhafid,dia sendiri yang tanami,seandainya tanah itu sementara dikerja oleh pelaku lalu Suhafid¬† tiba-tiba menanam padi dan di rusak, bisa saja beralasan Tunggu saja dulu putusan perdatanya,”katanya

Selain itu,ketua Forum Pembela keadilan sekaligus sebagai penasehat hukum Sudirman Sijaya SH mengatakan bahwa setelah diajukan surat keputusan pengadilan agama,dan berita acara eksekusi,serta sesuai surat kuasa pendampingan yang sudah diajukan kamis 17/12/2020 melalui kaur KBO Iptu Nasaruddin SH yang diwakili oleh stafnya,melali chatnya diminta pihak pelapor(Suhafid)menunggu rekomendasi Kasat Reskrim siapa apa yang ditunjuk untuk menanganinya” tambahnya

Dikonfirmasi di tempat yang terpisah Kbo Reskrim Polres Jeneponto Iptu Nasaruddin,menjelaskan bahwa terkait laporan Suhafid pihaknya belum mengetahui pasti,namun dirinya berjanji akan segera menyampaikan penyidik yang menangani saat itu.

“Ia sebelumnya kita menunggu hasil putusan perdatanya,tapi kalau memang sudah ada putusan perdatanya,dan hasil penetapan eksekusi silahkan dilampirkan dan dibawah kesini,ucap Nasaruddin diruang kerjanya.

Laporan: Andi Burhanuddin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed