oleh

Polsek Momunu Mediasi Kasus Perkelahian 2 Pelajar Yang Viral di Medsos

Topikterkini.com.Buol – Kapolsek Momunu Ipda Razak Abas Abdullah bersama personilnya mengelar pertemuan dan mediasi bersama pelajar yang terlibat perkelahian dan viral di medsos antara siswi SMP dan Siswi SD yang terjadi di Dusun II Desa Tongon Kecamatan Momunu Kabupaten Buol, Jum’at(18/12/2020)

Pelajar yang terlibat perkelahian tersebut dua siswi asal SMP Negeri 1 Momunu Desa Lamadong 1 dan siswi SDN 12 Momunu Desa Tongon.Kejadian itu dipicu akibat kesalahpahaman sehingga terjadi aksi adu mulut yang berujung perkelahian.

Akibat kejadian di sorot publik dan viral tersebut stake holder terkait segera mengambil langkah-langkah persuasif dengan mengelar rapat mediasi bersama orang tua murid dengan menghadirkan siswi yang bertikai dan pihak guru SD dan SMP tempat 2 siswi tersebut sekolah serta stake holder lainnya.

Kapolres Buol AKBP Dieno Hendro Widodo, S.I.K., melalui Kapolsek Momunu Ipda Razak Abas Abdullah menjelaskan kejadian berawal pada hari Selasa,(15/12/2020) pukul 10.00 wita, saat siswi PR pulang dari sekolah menuju ke rumahnya di Desa Panimbul, saat melintas di hadapan siswi JS bersama rekan-rekannya ada bahasa yang membuat tersinggung siswi PR ketika telah melintas kurang lebih 50 meter perempuan PR berbalik arah mendatangi siswi JS.

“Menurut keterangan siswi PR yang membuat dirinya tersinggung adalah perkataan JS yang mengucapkan “awas ada anjing gila lewat” yang di ikuti suara tertawa bernada ejekan oleh JS dan rekan-rekannya”.

Akibat ucapan tersebut sontak membuat siswi PR tersinggung sehingga terjadi adu mulut antara siswi JS dengan siswi PR yang berujung perkelahian antara keduanya, sedangkan siswi yang lainnya hanya melihat dan merekam kejadian tersebut kemudian di unggah di FB dan beberapa group WA.Video berdurasi 02 menit 05 detik menjadi viral.

Kapolsek Momunu Ipda Razak Abbas Abdullah menyikapi kejadian tersebut mengambil langkah persuasif dengan memfasilitasi upaya mediasi dan melibatkan stake holder terkait dengan harapan kejadian serupa tidak akan terulang lagi di kalangan pelajar.

Orang tua dari kedua siiswi juga ikut dipanggil dan melakukan perdamaian.

“Upaya damai yang kami fasilitasi disaksikan langsung oleh orang tua kedua belah pihak, Camat Momunu, Komisi Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan, Danramil 1305, Bapas dan pihak terkait dengan membuatkan surat pernyataan damai”, tandas Kapolsek.

Laporan : Husni Sese

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed