oleh

Turab Sambaliung yang baru di Bangun Bakal Jadi Icon Bagi Masyarakat Berau

TOPIKTERKINI.COM – BERAU,KALTIM | Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur melalui Dinas PUPR terus membenahi tepian sungai Segah yang berada di titik pusat kota Tanjung Redep lewat pembangunan turab setfile beton di Kecamatan sambaliung.

Turab Sambaliung yang baru di Bangun Bakal Jadi Icon Bagi Masyarakat BerauSelain penataan tepian sungai, pembangunan turab yang dikerjakan oleh PT, Bumi Lasindrang dengan pagu anggaran (multiyear) Rp.35 Miliar itu, juga berfungsi memperlebar jalan sekaligus menahan agar tidak terjadi pengikisan air sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Berau, Dr.H. Andi Marewangeng. ST.MT. melalui Kepala Seksinya, Erwin ST.ME yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen dalam keterangannya ketika ditemui di lapangan, senin(25/01)berharap, kegiatan proyek turab yang sementara dikerjakan itu dapat diselesai tepat waktu dan dapat dinikmati masyaraka Berau, terlebih khusus masyarakat Kecamatan Sambaliung.

Diutarakan Erwin, dimasa pandemi covid-19 sekarang,pekerjaan tidak dapat dipaksakan, “karena berpengaruh terutama pemasangan material nantinya. Makanya, dengan kontrak kerja yang berakhir bulan desember 2021, kami tetap siapkan adendum tahap satu sesuai surat edaran dari Pemerintah Pusat terkait pandemi covid 19, jelasnya.

Lebih jauh ungkap Erwin, untuk proyek turab sekarang ini sebenarnya sudah  direncakan sejak tahun 2015, karena menunggu reviu dan kajian dari MK, apakah layak digunakan oleh si kontraktor. Kemudian dilakukan reviu kembali dan dikaji tanah tersebut menggunakan teknologi baik Sondir atau DCPT ( Dynamic Cone Penetration Test, boring (SPT/ Standandart Penetrasi Tes) dan geolistrik., semua ini adalah metode terbaru yang digunakan untuk kajian struktur tanah kegiatan proyek ini.

Hingga saat ini sesuai fisik lapangan, kegiatan proyek pembangunan turab dengan panjang198 meter telah mencapai progres pekerjaan 49,74 persen.

“Bisa setara dengan desain turab yang sudah ada. Bahkan turab ini nantinya didesain agak berbeda,dimana beton atas yang biasanya dijadikan tempat duduk, dibuatkan pagar. Dan tamannya akan ditanami pohon jenis Tabubuya seperti yang ada di Pulau Jawa,” tutur Erwin.

Laporan: Sofyan Oli’i

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed