oleh

RDP Ditunda, PT. WMP Dinilai ‘Pandang Enteng’ Dewan Banggai

TOPIKTERKINI.Com, BANGGAI – Rapat Dengar Pendapat (RDP), antara pihak perusahaan perkebunan sawit PT.Wira Mas Permai (WMP) dan sejumlah karyawan diruang Komisi 1 DPRD Banggai, Rabu pagi (10/2/2021) harus ditunda. Manajemen perusahaan yang hadir di RDP tersebut tidak dapat mengambil kebijakan dan keputusan.

Ketua Komisi 1 Dewan Banggai, Masnawati, menilai tidak hadirnya perwakilan perusahaan dalam hal ini  pengambil kebijakan dan keputusan di RDP ini, PT. WMP dinilai tidak menghargai proses rapat dengar pendapat yang di gelar oleh Dewan Banggai.

“kalau tidak bisa memberikan keputusan kenapa harus hadir makanya yang kami undang adalah pimpinan perusahaan supaya mampu mengambil keputusan, yang kami delegasikan supaya mampu memberikan penyelesaian polemik antara warga Bualemo dan perusahaan. Kalau hanya menampung dan menyampaikan bagaimana ada penyelesaian” cetus Masnawati.

“so lambat satu jam, sudah di tunggu, yang datang tidak juga bisa ambil keputusan, saya ingatkan silahkan kalian (perusahaan – red) pandang enteng kami yang hadiri disini, tapi jangan pernah pandang enteng lembaga DPRD. Komisi 1 jangan di pandang enteng” kata Masnawati

Ketua DPC SBSI Kabupaten Banggai Ismanto Hasan, mengaku heran dengan managemen perusahaan yang hadiri di RDP tidak dapat mengambil keputusan. Sebab, mediasi karyawan dan PT. WMP yang di fasilitasi oleh SBSI, dua perwakilan yang hadir di RDP ini, mampu mengambil keputusan.

“aneh, waktu pertemuan di perusahaan dua orang yang hadir sekarang ini bisa ambil keputusan, sudah cukup pekerja di bohongi, di akali dan hanya di janji janji, saya minta agar dihadirkan pimpinan perusahaan supaya dapat mengambil keputusan” ungkap Ismanto Hasan.

Camat Bualemo Irfan Milang, mengaku kecewa terhadap pernyataan dari perwakilan PT.WMP yang hadir tetapi tidak dapat mengambil kebijakan dan keputusan.

“untuk apa hadir kalau tidak dapat mengambil kebijakan dan keputusan. kita penuhi undangan DPRD untuk menyelesaikan polemik bukan untuk bergagah gagah disini, kasihan masyarakat saya jauh dari bualemo menempuh jalan rusak lantas sampai disini tidak ada hasil kesepakatan” ucap Irfan Milang

“cukup jalan kita (Bualemo -red) yang rusak. jangan lagi merusak logika masyarakat saya yang bekerja di perusahaan” pesan Irfan.

Liputan: Ahmad Labino

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed