oleh

Pertama di Sulteng, Desa Boyomoute Sabet Sertifikat Program Kampung Iklim

TOPIKTERKINI.Com, BANGGAI KEPULAUAN – Desa Boyomoute, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) Sulawesi Tengah, berhasil menyabet sertifikat Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tahun 2020.

Sertifikat Proklim di serahkan langsung oleh Wakil Bupati Bangkep, Salim Tanasa pada 13/3/2021) pekan lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Bangkep, Ferdi Salamat, dalam sambutannya mengatakan, Desa Boyomoute satu satunya desa di Sulawesi Tengah yang pertama kali memiliki Sertifikat Proklim dari Kementrian KLHK.

BACA: Dari Kesepakatan Tata Guna Lahan, Antar Boyomoute Sebagai Kampung Iklim

“Tahun 2020, KLHK memberikan 309 sertifikat Proklim kepada kampung iklim yang berada di 25 provinsi, 133 kabupaten dan kota. Sulawesi Tengah, dari 1.842 desa yang ada, hanya Bayoumote yang mendapatkan sertifikat Proklim dan pertama di Sulawesi Tengah” Kata Ferdi Salamat

Ia menjelaskan, Program Kampung Iklim merupakan respon pemerintah terhadap dampak perubahan iklim terjadi saat ini. Banggai Kepulauan, sebut Ferdi, dari aspek geografis dan ekologis merupakan pulau kecil yang didominasi karts, rentan dengan kekeringan bahkan dapat kehilangan sumber mata air di kawasan daratan, serta ancaman kenaikan muka laut dan gelombang pasang di kawasan pesisir. Kondisi tersebut dapat berpotensi kerentanan pada proyeksi iklim dan bertambahnya suhu permukaan bumi. Oleh karena itu, untuk penguatan aksi adaptasi perubahan iklim di tingkat tapak sangat diperlukan. sehingga melalui sebuah gerakan berbasis komunitas nasional bertujuan untuk pengendalian perubahan iklim.

Ferdi mengatakan, prestasi yang diperoleh Desa Boyomoute tak lepas dari peran Perkumpulan Salanggar. Tahun 2018, dua desa yang bertetangga telah menginisiasi program yang selaras dengan adaptasi perubahan iklim. Kegiatan itu berupa pengendalian lingkungan desa, mengelola sumberdaya alam di desa dan tata guna lahan untuk peningkatan ketahanan pangan, serta kegiatan perlindungan ekosistem pesisir pantai.

“inisiasi perkumpulan Salanggar  di apresiasi oleh pemerintah pusat karena program tersebut selaras dengan tujuan Proklim” kata Ferdi Salamat

Wakil Bupati Bangkep, Salim Tanasa dalam sambutannya berpesan untuk mempertahankan keseimbangan alam di desa serta menjaga kelestarian lingkungan.

Hutan sebut Salim, sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta flora dan fauna dan peran penyeimbang lingkungan, serta mencegah timbulnya pemanasan global.

“lingkungan hidup merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembagunan ekonomi, sosial dan budaya bangsa kita. rusaknya sumberdaya alam akan berpengaruh sumber kehidupan manusia, untuk itu mari kita jaga dan lindungi hutan kita” pesan Salim.

Dalam mensukseskan program kampung iklim, pesan Salim, tidak lepas dari peran pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, perguruan tinggi serta lembaga non-pemerintah.

Liputan : Amad Labino  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed