oleh

Raja Gowa Hadiri Acara Adat Panen Raya KATTO BOKO di Maros

TOPIKTERKINI.COM – MAROS | Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo Dg Sila Karaeng Lembang Parang Batara Gowa III berserta Abd Haris Ahmad Karaeng Bonto dan rombongan menghadiri Acara Adat Panen KATTO BOKO di istana balla Lompoa karaeng Marusu’ di kabupaten maros minggu (28/03/2021)

Dalam acara adat tersebut dihadiri pula Bupati Maros Bapak Chaidir Syam beserta Nyonya dan Wakil Bupati Maros ibu Hj
Suhartina bohari dan seluruh lembaga adat kerajaan di sulawesi selatan.

Raja Gowa Hadiri Acara Adat Panen Raya KATTO BOKO di MarosPada kesempatan itu Raja Gowa Andi Kumala Idjo didaulat untuk memberikan sambutan pada acara Pesta Panen Adat KATTO BOKO.
Dihadapan para undangan yang hadir Raja Gowa Andi Kumala idjo Karaeng Lembang Parang menyampaikan Bahwa tradisi acara panen raya KATTO BOKO ini merupakan acara adat yang tiap tahun diadakan dan sudah turun menurun dilaksanakan oleh kerajaan Marusu’ serta menjadi daya tarik wisata budaya di kabupaten maros dan diakhir sambutanya Raja Gowa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Pemangku adat karaeng Marusu’ Abd Haris Karaeng sioja atas kegiatan ini yang masih melestarikan budaya leluhur dengan menjaga kearifan loka ujarnya.

Perlu di katahui Katto Bokko adalah pesta panen raya yang digelar setiap tahun oleh Kerajaan Marusu. Upacara itu dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas datangnya masa panen sekaligus ajang silaturahmi antar warga kabubaten maros.

Sementara itu dalam sambutannya ketua Pemangku adat karaeng Marusu’ Abd Haris Karaeng Sioja mengatakan tradisi itu masih terselenggara berkat dukungan keluarga kerajaan, pemerintah dan masyarakat sekitarnya. “Termasuk generasi muda yang membantu melakukan panen raya dan mengusung serta mengarak hasil panen sawah adat kerajaan,” kata dia.

Upacara adat Katto Booko diawali dengan berkumpulnya warga Maros di rumah adat Balla Lompoa. Selanjutnya iring-iringan warga dengan pakaian adat Bugis-Makassar para turunan Kerajaan Marusu bersama masyarakat menuju sawah adat yang dikenal dengan nama torannu. Mereka panen bersama.

Laporan: Andi Arfan Idjo

Komentar

News Feed