oleh

IUP Di Lameruru, Pt. Tiran Indonesia Diduga Loncat Nambang di Blok Boenaga

TOPIKTERKINI.COM – KONAWE UTARA: Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara (Konut) sebelumnya telah memfasilitasi pertemuan para pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) terkait rencana pembangunan kawasan industri dan pembangunan smelter.

Kabar ini tentunya menjadi pil semangat bagi masyarakat Konut dengan harapan terbukanya lapangan kerja sebagai wujud pembangunan berkelanjutan di Bumi Oheo.

Direktur eksekutif eXplor Anoa Oheo (EXOH), Ashari dalam siaran persnya mengatakan “sangat respek mendukung cita-cita mulia itu. Mengingat ketersediaan cadangan mineral nikel yang dimiliki Konut sangat melimpah, bahkan bahan baku material ore dari Konut menjadi penyuplai terbesar operasi produksi smelter di PT VDNI di Kabupaten Konawe dan PT BDM di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah”.

“Belakangan harapan itu berakhir menjadi sikap pesimis dari sekian kali rencana peletakan industri. Baik yang datang dari inisiatif investor sendiri hingga yang digagas oleh Pemda sebagai mediator selalu berakhir dengan kekecewaan,”kata Ashari.

Rasa kecewa dan pesimis mengejutkan dengan rencana pembangunan smelter oleh PT. Tiran Mineral yang akan dibangun di Desa Waturambaha Kecamatan Lasolo Kepulauan dengan luasan wilayah sekitar 250  hektar.

“Setelah pengecekan dilapangan, faktanya PT. Tiran sedang melakukan eksplorasi dan persiapan penambangan, yang diduga kuat pada lahan tak bertuan alias tanpa IUP,”. Sangat rancuh sebab kok di lapangan menggunakan mesin alat bor, bukannya kegiatan smelter itu menggunakan alat pancang atau apalah ?.
kesal aktivis Konut itu.

Perlu kami garis bawahi bahwa tambang di konut nyaris semua ilegal tapi tidak ada modus iming-iming bangun pabrik. Baru kali ini kami dengar Ada lahan koridor di jadikan Kawasan industri pada Proyek Strategis Nasional, di tambang dulu baru bangun smelter. Pertanyaan kemudian bagaimana perizinannya, Sosialisasi nya kapan, dan sebagainya.

Oleh nya itu kami memberikan warning, penguatan, dan dukungan kepada pemerintah daerah konut. Jangan sampai kegagalan terulang, selesai penambangan, smelter nya Amnesia, Tutup Ashari dalam Siaran Persnya, Jumat, 9 April 2021

Laporan: Endran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed