KONAWE UTARA

Bukan Cuma Di Sulsel, Ternyata Kapal Pinisi Bisa Dibuat di Konut

60
×

Bukan Cuma Di Sulsel, Ternyata Kapal Pinisi Bisa Dibuat di Konut

Sebarkan artikel ini

TOPIKTERKINI.COM – KONUT | Kapal layar tradisional Pinisi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Dikenal sejak lama tangguh mengarungi banyak samudera dan sudah tersebar ke berbagai benua. Teknologi pembuatan Kapal Pinisi di Bulukumba ini juga telah ditetapkan UNESCO, badan PBB yang mengurusi pendidikan, keilmuan dan kebudayaan, sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia di Korea Selatan, Desember 2017 lalu.

Bukan Cuma Di Sulsel, Ternyata Kapal Pinisi Bisa Dibuat di KonutNamun kali ini proses pembuatan kapal pinisi juga hadir di Desa Taipa Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Perusahaan PT. Konut Indofinising.

Sebagai pengawas lapangan saat dikonfirmasi langsung La Pama menjelaskan beberapa hal proses pembuatannya, dimulai dari pembelian serta penerimaan bahan baku menggunakan kayu besi dan jati lokal, yang diterima berdasarkan dokumen kepemilikan dan asal usul barang, ( 25/1/2026 )

“ untuk bahan baku kayu yang kami gunakan adalah jenis kayu besi atau orang sini biasa bilang kayu nona untuk lambung kapal , selanjutnya pada bagian deck menggunakan kayu jati, semua bahan baku kami terima jika memiliki kelengkapan dokumen “ kata La Pama

Proses pembuatan kapal pinisi tersebut sudah berlangsung dua tahun, dimulai sejak februari tahun 2024 hingga hari ini, selanjutnya dalam proses pengerjaannya untuk menyelesaikan satu unit kapal pinisi, tergantung pada material ketersediaan bahan baku, apabila bahan baku cukup memadai maka bisa memakan waktu hingga satu tahun.

“Kalau bahan baku tersedia, bisa dikerjakan dalam satu tahun. Tapi kalau tidak, pengerjaannya bisa lebih dari satu tahun,” jelasnya.
Sementara untuk tenaga kerja sendiri PT. Konut Indofinishing tetap menggunakan tenaga teknis yang berasal dari Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan, namun sebagian lagi tetap menggunakan tenaga lokal sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat setempat.

“ untuk tenaga kerja teknis kami menggunakan orang dari Desa Ara Bulukumba, namun sebagian tetap kami gunakan tenaga dari daerah sini juga “ Ucap La Pama

Bukan Cuma Di Sulsel, Ternyata Kapal Pinisi Bisa Dibuat di KonutDisamping itu kehadiran PT. Konut Indofinishing tersebut membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat pesisir, pemberdayaan, serta meningkatkan keahlian dan pengetahuan terkait pembuatan kapal pinisi, tidak hanya itu sebagai bentuk sinergi Perusahaan dan Pemerintah Desa, pihak Perusahaan juga tidak tutup mata untuk memberikan bantuan sebagai bentuk wujud implementasi nyata atas Corporate Social Responsibility ( CSR ).

“untuk CSR kami biasa memberikan bantuan terhadap kegiatan – kegiatan kemasyarakatan “ tutup La Pama.

Laporan : Endran Lahuku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *