oleh

Ketua Majelis Pakar IKA SMAGA Makassar Tentang “Yel-yel SMAGA Top dan 85 Satu”

Ketua Majelis Pakar IKA SMAGA Makassar Tentang “Yel-yel SMAGA Top dan 85 Satu”

Oleh. Rachim Kallo

Kegiatan bertajuk “Silaturahmi” Ikatan Alumni SMAN 3 Makassar ’85 telah selesai dilaksanakan, Sabtu (10/04/2021) di Pantai Anging Mammiri Makassar, dari pagi hingga menjelang sore.

Ada sisi menarik dari pertemuan itu, Yel-yel yang dipopulerkan Ketua Ika Smaga ’85, Andi Amir Hamsah, SH., MH., saat pengantar awal sambutannya dengan kata Smaga TOP dan ’85 SATU. (baca edisi sebelumnya di media ini).

Kata Top dan Satu menjadi menarik oleh Ketua Majelis Pakar Ika Smaga Makassar Drs. H. Andi Burhamzah. Dalam penyampain pokok-pokok pikiran dihadapan peserta Silaturahmi Ika Smaga ’85, mengatakan Saya tidak tahu, apakah ada ikatan – benang-benang halus antara saya pribadi dengan Ika Smaga 85.

“Yel-yel yang disampaikan Ketua Ika Smaga 95 (Andi Amir Hamsah) kedengarannya sederhana tetapi memberikan beban moril yang cukup besar buat saya,” kata Kak Bur sapaan akrabnya, menambahkan dengan Yel SMAGA – Top, untuk wujudkan SMAGA ini agar betul-betul “Top” dikemudian hari.

“Roh yang kita lakukan pada Mubes lalu untuk empat tahun ke depan, Smaga bukan lagi melaksanakan Mubes, tetapi menjadi Musyawarah Nasional (Munas). Inilah yang dimaksud dengan TOP,” lanjut Burhamsah – mantan ketua SC.

Bur menambahkan, Munas tahun 2025 yang akan datang, di ikuti komisariat-komisariat daerah yang akan dibentuk oleh IKA PUSAT SMAGA, di Provinsi-provinsi dimana banyak alumni smaga yang menyebar, untuk mengabdi dan berkarir, bagi bangsa dan Negara. Seperti Provinsi Bali, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Barat, Kalimantan bahkan di Jepang.

Sedangkan penyebutan ‘85 – Satu, kata Mantan Wakil Sekum Gapensi Sulsel, hal ini penting untuk kita wujudkan karena bersatunya alumni ‘85 seperti saat ini, yang akan menjadi contoh bagi angkatan-angkatan yang lain.

“Saya sempat shering dengan ketua bidang kelembagaan dan pengembangan organisasi (Rauf Rahman), saya katakan Ika smaga ‘85 akan kita jadikan barometer untuk angkatan lain. Kita saling membebani karena teman-teman Smaga 85 membenani sebagai Ketua Majelis Pakar, untuk mewujudkan Smaga Top, dan saya membebani anda semua untuk bersatu,” tambah Ketua Majelis Pakar yang ke tiga kalinya hadir dari kegiatan Ika Smaga ;85.

Pokok pikiran lainnya yang disampaikan Burhamzah penyebutan kata angkatan dan alumni. Dia mengingatkan, hati-hati dalam penyebutan angkatan dan alumni. Di Mubes kemarin ide ini juga muncul dari Ketua Ika Smaga ‘85 soal penyebutan tersebut. Ternyata penegasan Ketua Ika Smaga ’85, kita masukkan kedalam Anggaran Dasar (AD) Ika Smaga Makassar. Bukan lagi musyawarah angkatan tetapi musyarwarah alumni.

“itulah ide dan tanggapan dari Ketua Ika Smaga ‘85, saya apresiasi karena pikiran ini datang dari Ika Smaga ’85, dan saya masukkan di AD Ika Smaga Makassar”, kata Burhamzah yang mengakui ketika itu terjadi perdebatan di Stering Comite (SC) sembari memaparkan kondisi yang berlangsung soal tanggapan, bagaimana yang tinggal kelas, bagaimana yang pindah sekolah.

Di akhir peyampaian pokok-pokok pikiran, setelah mendengar komposisi kepengurusan Ika Smaga ’85, ada Bidang Olahraga. Burhamzah mensosialisasikan gagasan yang akan dibentuk Ika Smaga Makassar olahraga Petank.(petanque – bahasa perancis) adalah bentuk permainan olahraga yang tujuannya melempar bola besi sedekat mungkin ke bola kayu yang disebut cochonet. Wacana ini akan seperti Persatuan Bulu Tangkis (PB) Smaga Makassar yang berbadan otonom.

“Insyaallah olahraga ini akan kita bentuk dan beri nama Petank Smaga Club,” pungkas Burhamzah yang dikenal sebagai Pendiri Ardin Sulsel. Semoga terealisasi “Puang”, kata awak media ini. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed