oleh

Kajian Metafisika Eksakta Tentang Kemukjizatan Lailatul Qadr

Kajian Metafisika Eksakta Tentang
Kemukjizatan Lailatul Qadr

Kajian Metafisika Eksakta Tentang Kemukjizatan Lailatul Qadr

Oleh : Drs. Hatta Harun
Dewan Redaksi Topikterkini.com

Surah Al-Qadr berjumlah 5 ayat. Surah tersebut termasuk surah Makkiyah, yakni diturunkan dalam periode Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Surah Al-Qadr mengisahkan keutamaan Lailatul Qadr, yakni malam diturunkannya
Al-Qur’an, dan juga disebut sebagai malam kemuliaan yang lebih baik dari 1000 bulan.
Lailatul Qadr juga disebut Lailatul Syaraf yg artinya malam kemuliaan atau Lailatul Tajalli’ yg
maknanya sebagai malam dimana Allah SWT melimpahkan karunia dan hidayah-Nya
kepada org yg berpuasa dan menghidupkan ibadah di bulan suci Ramadhan.
Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan, artinya sholat, puasa dan amalan lainnya pada
Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan diluar Lailatul Qadr.( Zaadul Masir 9:191 ). Ini
sungguh suatu keutamaan Lailatul Qadr yg luar biasa.
Pada akhir 10 Ramadhan ada 1 malam , yakni malam turunnya malaikat dan Jibril ke Bumi
dengan izin Tuhannya guna mengatur segala urusan,dan sejahteralah malam itu sampai
terbitnya fajar.
Malaikat adalah makhluk Allah yg berasal dari cshaya atau malakut (dimensi cahaya)
sehingga malaikat relatif jauh lebih cepat dari cahaya. Malaikat juga dapat masuk ke alam
nasut (dimensi partikel atau materi) atas izin Allah.
Peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah Muhammad saw dan Lailatul Qadr adalah peristiwa yg luar
biasa sehingga Jibril dan para malikat melakukan perjalanan khusus atas izin Tuhannya
sebagaimana dijelaskan dalam QS.Al-Maarij ayat 4 :
“Ta’rujul malaikatu war Ruhu ilaihi fii yawmin kaana miqdaruhu khamsina alfa sanah”.

Para malaikat dan Jibril naik menghadap kepada Tuhan dalam sehari yg kadarnya 50000 tahun.

Artinya perjalanan khusus malaikat dan Jibril dengan menempuh jarak 50000 tahun cahaya dalam satu hari atau 24 jam, ( 50000 tahun cahaya karena malaikat berasal dari cahaya ). Secara Fisika Astronomi :
Jarak rata-rata Matahari – Bumi = 149 juta km = 1 AU
AU = satuan Astronomi
1 tahun cahaya = 63240 AU atau 1 tahun cahaya = 63240 x 149 juta km = 9,42 x
1012 km, artinya ( 1012 = 10 berpangkat 12, bukan seribu duabelas ), selama
cahaya merambat ke Bumi melewati ruang hsmpa dalam setahun.
Jadi kecepatan perjalanan malaikat bersama Jibril sbb:
Vm = 5x104x9,42×1012 km/ 24 jam atau
Vm= 1,96×1016 km/jam
Vm = 1,96 x 1016 km/3600 sec = 5,4 x 1012 km/ sec.
Vm = kecepatan malaikat
Kecepatan Cahaya ( C )
C = 300000 km/ sec = 3×105 km/sec.
Jadi Vm = 1,8 x 107 C atau kecepatan malaikat Vm sama dengan 18 juta kali kecepatan cahaya ( C ).

Perhitungan ini didasari dengan pendekatan Fisika Modern oleh Albert Einstein dengan
teori Relativitasnya bahwa cahaya dapat merubah massa partikel menjadi energi yang dahsyat, yaitu E = m C2
E = Energi, m = massa partikel/benda, dan C = Kecepatan Cahaya
C2 = kecepatan cahaya kuadrat.
Fisika modern ini biasa juga disebut Fisika Kuantum.

Fisika Kuantum tsb diperkuat oleh :
Max Planck
Niels Bohr, dan
Teori Ketidakpastian Heisenberg.
Kuantum cahaya atau foton adalah partikel yg memiliki momentum sekaligus memiliki
panjang gelombang/ frekuensi (dualisme cahaya), atau juga disebut paket energi radiasi gelommbang elektromagnetik.
Perhitungan kualitas ibadah seorsng mukmin dalam hidupnya yg dikaruniai Lailatul Qadr
oleh Allah SWT.
Kita ambil misalnya, Bpk.Abdul Karim yg di bulan suci Ramadhan ini sudah berumur 50
tahun. Ia telah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan sejak berusia 12 tahun, berarti.
Abdul Karim telah menjumpai Lailatul Qadr sebanyak 38 kali. Yah anggaplah bpk.Abdul
Karim selama 38 tahun dikaruniai oleh Allah malam kemuliaan alias Lailatul Qadr sebanyak 35 kali saja ( anggaplah yg 3 Ramadhan itu puasa dan ibadah lainnya bolong- bolong ), maka bpk.Abdul Karim tidak lagi berusia 50 tahun di bulan Ramadhan ini melainkan
bertambah umurnya dengan mengikuti persamaan Lailatul Qadr :
T = Ts + ( q x 83,4 ) tahun
T = Umur hamba Allah yg mendapat Lailatul Qadr;
Ts = Umur hambs Allah yg sekarang;
q = Orde Lailatul Qadr (tanpa satuan), dan
83,4 adalah 83 tahun 4 bulan setara dengan 1000 bulan. Dengan demikian umur bpk.Abdul
Karim saat ini berdasarkan Lailatul Qadr :
T.AK = 50 + ( 35 x 83,4 )
= 2969 tahun. Umur Bpk Abdul Karim yg mengikuti bulan suci Ramadhan/Lailatul
Qadr dgn baik sebanyak sebanyak 35 kali, yakni 2969 tahun di bulan suci Ramadhan ini.
Jadi jika ummat Nabi Muhammad saw ingin lebih panjang umur kualitas ibadahnya
dibanding ummat nabi yg lain maka perbaikilah puasa, sholat dan amalan lainnya di setiap
bulan suci Ramadhan.
Wallahu a’lam bishawab.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed