oleh

Esensi Berlebaran Tanpa Mudik

Esensi Berlebaran Tanpa Mudik

Catatan pojok menuju 1 syawal 1442 H.

Oleh: Mustaufiq.S.IP.,SE.,M.Si
Kepala bagian Protokol dan Komunikasi pimpinan setda Jeneponto.

Hasil sidang isbat kementerian agama tahun 2021 telah memutuskan bahwa 1 syawal 1442 Hijriah jatuh pada Kamis 13 Mei 2021. Kegembiraan dan suka cita pun terpencar di setiap ummat muslim yang menjalankan rukun islam yang ke 4 tersebut.

Namun ada yang berbeda berlebaran kali ini, dimasa pandemi covid 19, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk pelarangan mudik sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah. Lalu apa reaksi masyarakat?.

Ada yang pro namun tidak sedikit yang kontra dan skeptis atas keputusan tersebut.

Budaya bersilaturahim dan mudik yang sudah mengakar di tengah masyarakat seketika berubah menjadi sebuah larangan dengan situasi pandemi covid 19 yang masih melanda dunia tak hanya indonesia.

Kebijakan peniadaan mudik di satu wilayah aglomerasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mencegah penularan Covid-19 dan menjamin protokol kesehatan dijalankan dengan baik, inilah salah satu dasar pemerintah dari sekian banyak alasan dengan maksud untuk melakukan proteksi kesehatan untuk masyarakatnya.

Lalu apakah dengan demikian budaya silaturahim itu hilang? Saling mengunjungi itu ditiadakan?.

Dengan kemajuan teknologi jarak yang jauh bukanlah penghalang, belahan ujung bumi berada di tangan dengan bantuan alat komunikasi celuler dan media sosial saat ini, meski demikian tujuan dari pelarangan mudik ini tidak memutuskan ikhtiar kita untuk saling memaafkan dan mendoakan antara sesama anak bangsa yang dilahirkan dari satu rahim kandung yang bernama ibu pertiwi dengan balutan selimut penghangat Negara Kesatuan Republik indonesia.

Semoga covid 19 segera hilang di belahan bumi, dan momentum Idul Fitri 1442 H tahun 2021 Masehi tahun ini kita jadikan tonggak bersama untuk bangkit menjadi lebih baik dengan rekonsiliasi hati untuk saling memaafkan satu sama lain, mohon maaf lahir dan batin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed