oleh

Di tengah konflik agraria : Kampung Reformasi adakan tradisi Jarkep siap Lebaran

TOPIKTERKINI-LABUHANBATU-Kebudayaan memanglah salah satu penarik daya perhatian dari setiap orang, begitulah tradisi kebudayaan yang di pertontonkan oleh kampung Reformasi, Desa Panigoran, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kridobudoyo atau sering di kenal dengan Kuda Lenong. Rabu 19/05/2021

Tarian yang di mainkan oleh beberapa anak gadis dan pemudanya dengan gemulai sambil menggunakan media kuda lumping pada Selasa malam (18/05/21),

kegiatan yang selalu di mainkan setiap kali ada acara-acara besar di desa itu dan minimal sekali dalam 3 bulan, termasuk tradisi dari jawa tengah ini di anut oleh masyarakat karna sebagian dari warga yang di kampung Reformasi merupakan orang jawa yang bertahun-tahun telah berkependudukan di daerah itu, di padati oleh penonton yang menyaksikannya, walapun malam hari di adakan tetapi tidak membuat penari, pemusik dan penontonnya memamerkan dan melihatnya.

Di tengah konflik yang terjadi masyarakat sangat lah terganggu baik dari kehidupan sehari-hari maupun kegiatan dalam pemenuhan ekonomi, menurut pak Rasym yang merupakan tokoh masyarakat bertanggapan bahwasanya ” kegiatan yang kerap kita laksanakan setiap hari besar di kampung kita ini untuk menunjukan bahwasanya selama ini kampung yang terletak di Desa panigoran dapat di kenal di tingkat nasional, semoga juga ada perhatian dari Gubernur Sumut, menteri-menteri dan presiden indonesia untuk bisa menyelasaikan konflik agraria di tanah kami sesuai dengan perikemanusiaan, keadilan sosial dan perpres No. 45 tahun 2016.”.

Menurutnya melalui kebudayaan semoga bisa terekspost di luar bahkan tingkat nasional, sehingga kampung yang nyatanya tidak terlihat melalui Google Map akibat dari feodalisme modern dari PT.Smart TBK. Mendapat perhatian khusus dari pada Gubernur Sumut, Maupun pimpinan pusat Presiden Indonesia.

Konflik yang begitu lama tengah terjadi dan mendapatkan hasil yang mengiris hati masyarakat dengan putusan tak berpihak, sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat.”kami mendapat dampak yang sangat besar dalam pemenuhan kebutuhan, hasil panen kami tak bisa terjual dengan baik karna di sebabkan oleh pihak penampung jarang masuk ke daerah kami akibat ketakutan intervensi dari PT.Smart TBK”, Tambahnya.

Di sisi lain Nyak Trya tokoh perempuan kampung Reformasi, mengatakan ” bahwa akibat dari pada konflik ini, kegiatan kebudayaan sangatlah terganggu, semoga saja tarian kebudayaan ini tidak terkubur akibat dari pada kehausan materi dari pihak-pihak tertentu”. Ucap dia dengan lantang. Harapan dari pada masyarakat itu sendiri agar bisa mendapatkan kembali haknya seperti yang di inginkan.

(kris.Hulu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed