oleh

Pegelaran Refocusing Pakarena Penuh Misteri

TOPIKTERKINI.COM – MAKASSAR | Refocusing Pakarena telah digelar sore hari hingga senja di lantai 12 Hotel Ramcy dan ini merupakan kerja nyata Dr.Nurlina Syahrir dan Teaterawan dan penyair Gunawan Monoharto, setelah kurang lebih delapan bulan dua maestro jungkir balik mengawinkan getar tangan, kaki dan wajah dalam tari Pakarena dengan expresi dari bidikan lensa kamera, sebagai karya kolaborasi yang pertama terjadi di Sulsel dua cabang seni di kawinkan.

Penonton dari kalangan akademisi dan seniman kelihatannya sangat antusias ingin menyaksikan pertunjukan, hingga kursi yang disiapkan panitia tidak cukup, ruang terasa sempit, meski kedisplinan protokol kesehatan tetap terjaga.

Pegelaran Refocusing Pakarena Penuh Misteri
Dua maestro diapit seniman Dewan Kesenian Makassar.

Wakil rektor II Universitas Negeri Makassar Dr.Karta Jayadi yang memberi sambutan sebelum pertunjukan dimulai, juga cukup menarik, mereka menyinggung kondisi Corona yang hari ini membumi, meski katanya karya seni tidak terhalangi untuk lahir dalam kondisi apapun.

“Karya seni lahir dan mewakili zamannya, Refocusing hadir bukan karena pandemi covid 19,” ucapan ini disambut tepuk tangan penonton.

Gendang dan pui-pui langsung bertalu-talu kemudian redah dan musik menyayat hati, hadir bersamaan tampilnya para penari yang terbagi dibeberapa ruang.

Secara keseluruhan pagelaran Refocusing Pakarena, sebagai karya seni kolaborasi dua maestro menarik dan pantas mendapat apresiasi.

Meski masih perlu ada diskusi, jika melihat sebagai tontonan karya seni. Soalnya sangat misterius pesan yang ingin disampaikan, bahkan mengerutkan dahi sebagian penonton.

Satu satunya yang menolong dan kalau boleh disebut mengurut dahi yang berkerut adalah hadir lantunan lagu Dongang-dongang, yang mendayu dayu dan melahirkan rindu dan mengorek masa lampau sejumlah hadirin.

Lirik lagu begitu pas disuarakan oleh sang biduan lelaki muda. Disini lahir komentar dari beberapa penonton pada penulis, katanya kunci kolaborasinya ada di Dongang-dongang.

Sejumlah seniman yang menyempatkan hadir, Teaterawan Syam Asrib, Penyair Sastra Makassar Syahrir Patakaki, Penulis Rusdin Tompo, Musisi Maskur Dg.Esa, Pelukis Amrullah Syam, Koreografer Tari Andi Abu Bakar, Pekerja Seni, Bahar Mattaliu, Andi Redo, Sukma Silanan, sejumlah akademisi UNM, ketua sanggar dan Group di kota Makassar, yang menyedihkan tak satupun utusan yang hadir dari lembaga kesenian dan kebudayaan dari pemerintah meski telah diundang oleh panitia.

Laporan: Ahmadi Haruna(Red-02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed