oleh

Aksi Demo di Depan Kejari Bantaeng Nyaris Ricuh

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Dugaan pungutan liar pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2021, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) komisariat Kabupaten Bulukumba gelar aksi demonstrasi didepan kantor Kejaksaan Negeri Bantaeng, Jalan Andi Mannappiang, Selasa 22/6/2021.

Setelah berorasi dijalan poros aksi tersebut bergerak kepintu gerbang kantor kejasaan. Dibawah komando Aenul Ikhsan yang bertindak sebagai Jenlap, mereka mendesak perwakilan Kejari untuk membukakan pintu pagar kepada peserta aksi untuk melakukan Audience dengan Kajari Bantaeng dan menyampaikan tuntutan mereka.

Kasi Intel Kejari Bantaeng Azhar, SH. Menerima pernyataan sikap peserta aksi dihalaman gedung kantor Kejaksaan Negeri Bantaeng, Selasa 22 Juni 2021

Kajari Bantaeng yang diwakili Kasi Intel Azhar, SH menemui peserta aksi melakukan negosiasi agar yang masuk keruang Aspirasi, hanya membolehkan perwakilan dari peserta aksi, namun Aenul dkk, bersih keras untuk memasukkan semua peserta.

“Ruang yang digunakan untuk menerima aspirasi tidak mencukupi menampung semua peserta aksi” jelas Azhar, yang mendapat penolakan dari peserta aksi. Hal ini memicu aksi saling dorong antara petugas pengamanan dan peserta aksi sehingga nyaris menyebabkan kericuhan didepan pintu gerbang kantor Kejari Bantaeng.

Setelah melalui negosiasi akhirnya semua peserta dibolehkan masuk dihalaman gedung, didepan lobi di halaman gedung utama sebanyak dua puluhan pelajar dan mahasiswa ini melakukan Audience dengan Kajari Bantaeng yang diwakili Kasi Intel Azhar.

Dalam tuntutannya peserta aksi ini mendesak Kejari Bantaeng mengusut tuntas kasus dugaan pungutan liar rencana pelaksanaan BSPS tahun 2021.

Menurut Aenul yang bertindak sebagai juru bicara, dugaan terjadinya pungli proses perencanaan pelaksanaan BSPS ini terjadi di Desa Ulugalung Kecamatan Eremerasa.

“dalam proses prapelaksanaan program BSPS, calon penerima manfaat dibebankan biaya sebesar 250ribu rupiah terhadap 30 calon penerima manfaat” ungkap Aenul dihadapan Azhar.

Dalam tuntutannya peserta aksi Mendesak Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng untuk melakukan penyelidikan terkait adanya laporan dugaan pungutan liar di desa Ulugalung Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng, tukasnya.

Dia juga mengancam akan melakukan aksi lanjutan jika dalam waktu sepekan tuntutan mereka tidak ditindak lanjuti. “jika dalam jangka waktu satu minggu dugaan kasus tersebut tidak segera ditindak lanjuti maka kami dari HPMB komisariat Bulukumba akan melakukan aksi demonstrasi lanjutan, pungkas Aenul.

Menjawab tututan aksi Azhar mengakui Kejari telah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan sebelum adanya aksi demo hari ini.

“Setelah kami mendengar adanya kasus ini, kami sudah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan” tutur Azhar.

Meski begitu Azhar juga berharap jika ada laporan resmi dari teman-teman itu lebih baik jika menyertakan bukti-bukti yang teman-teman miliki.

“disini kami sudah menyiapkan formulir laporan masyarakat, lebih baik lagi jika disertakan bukti-buktinya”

Mengenai deadline waktu, timnya tetap melaksanakan sesuai prosedur, jika teman-teman bermaksud melakukan aksi lanjutan kami tidak menghalangi, pungkas Azhar.

Laporan : Armin

Komentar

News Feed