oleh

PERUPA MAKASSAR MENGGLOBALKAN POTENSI LOKAL

PERUPA MAKASSAR MENGGLOBALKAN POTENSI LOKAL
Oleh: Baghawan Kinayungan
Pengamat Seni

Menggeliatnya Pameran karya perupa Makassar, Ahmad Anzul dan Achmad Fauzi menunjukan spirit seniman tak patah disaat pandemi Covid. Bertempat di Galeri De La Macca Makassar yang dikomandani oleh Goenawan Monoharto, dua perupa senior Makassar menggelar karya lukisnya tanggal 5 Juli 2021.

Pameran tersebut diprakarsai L Project dalam Event Indonesia Art Expo 2021. Pameran diselenggarakan di Galeri De La Macca dihadiri para pecinta dan penggiat seni dengan sangat terbatas karena mengikuti protokol kesehatan, sedangkan pameran secara on line berada pada laman website L Project.

PERUPA MAKASSAR MENGGLOBALKAN POTENSI LOKALMakassar masuk wilayah propinsi Sulawesi Selatan yang didalamnya terdapat 4 suku besar yaitu; Makassar, Bugis, Luwu dan Toraja. Setiap suku memiliki kekayaan seni budaya yang sangat beragam baik, tari, musik, ragam hias, tata busana dan seni rupa. Kekayaan dan keragaman seni budaya khas Sulawesi selatan ini yang menginspirasi Ahmad Anzul dan Achmad Fauzi dalam karyanya.

Dipamerkan 26 karya lukis abstrak yang sebagian besar didominasi perpaduan warna-warna cerah. Seperti dalam karya Ahmad Anzul yang berjudul “Energi Balance#3”3 Batu”, “ Spirit Carries On #2”Hope” dan karya Achmad Fauzi yang berjudul “Pakarena The dance Of Life#1-4. Warna cerah merah, kuning, putih dan hijau yang tersaji adalah identik dengan warna-warna baju Bodo dan ragam hias Toraja yang merupakan symbol kehidupan.

Sedangkan Pakarena adalah tari tradisional Makassar yang kini menjadi salah satu identitas daerah Makassar.

Suasana etnik Sulawesi Selatan sangat terasa dalam karya-karya lukis abstrak kedua perupa tersebut. Hal ini sangat penting untuk menunjukan ciri khas karya putra Indonesia. Dalam globalisasi pada saat ini sangat penting bagi seniman Indonesia mengangkat kekayaan tradisi lokal sebagai inspirasi kekaryaan, sehingga para pencipta memiliki identitas kekaryaan secara pribadi dan pribadi yang meng-Indonesia, agar dapat bersaing dan bersinergi dengan para perupa manca negara.

Kemajuan tekhnologi informasi ditambah masa pandemi Covid memacu para seniman, pengelola galeri menjadi sangat kreatif (LProject- Indonesia Art Expo 2021), sehingga merubah pola pikir dan perilaku masyarakat. Dengan tekhnologi internet memungkinkan laman website menjadi galeri online yang dapat dilihat oleh penikmat tak terbatas secara praktis, baik penikmat lokal, Nasional dan Internasional.

Informasi, dialog, dan kritik seni dapat tercipta secara praktis pula. Lokal yang mengglobal adalah sebuah keniscayaan. Tetapi hal ini adalah sebuah tantangan bagi seniman untuk berkarya dengan tanggung jawab tinggi dan kualitas yang memadai.

Selamat untuk sahabat saya Ahmad Anzul dan Achmad Fauzi serta Goenawan Monoharto, Direktur Galeri De La Macca yang dengan penuh semangat tetap berkarya di masa pandemi Covid yang penuh keprihatinan.

Komentar

News Feed