oleh

Diperpanjang Hingga 8 Agustus 2021, Pemberlakuan PPKM di Tolitoli Diperketat

Topik terkini.com.Tolitoli –Selama 14 (empat belas) hari, di seluruh wilayah Kabupaten Tolitoli dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Ketentuan tersebut berlaku mulai tanggal 26 Juli 2021 hingga 8 Agustus 2021.

Pembatasan kegiatan masyarakat tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati Tolitoli Nomor 443/96.10/Dinkes tanggal 25 Juli 2021 tentang Perpanjangan  Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tolitoli.

Pembatasan yang dilakukan meliputi kegiatan perkantoran / tempat kerja dengan menerapkan sistem _Work From Office (WFO)_ hanya sebesar 50%, dan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan pengaturan waktu  kerja  secara bergantian, kegiatan belajar mengajar di sekolah, perguruan tinggi, serta tempat pendidikan dan pelatihan hanya dapat dilakukan secara online (daring).

Demikian pula pada pelaksanan kegiatan rapat, seminar dan  pertemuan yang berpotensi menimbulkan keramaian dan kerumunan hanya dapat dilakukan secara online (daring). Khusus untuk pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial, seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, perbankan,  perhotelan,  konstruksi, energi, komunikasi dan teknologi informasi tetap beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas serta penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Sedangkan aktivitas di (warung-warung makan/  rumah  makan,  cafe, pedagang kaki lima, lapak jalanan, baik yang berada pada lokasi sendiri/ sewa) serta tempat hiburan  (billyard, karaoke, gymnasium), juga diatur untuk pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum, hanya dapat mengizinkan 50% pengunjung / tamu dari kapasitas ruangan, jam operasional dibatasi hanya sampai pukul 20.00 wita, sedangkan untuk layanan makanan melalui pesan-antar atau dibawa pulang tetap diijinkan sampai dengan pukul 22.00 wita.

Selain itu, juga diatur dalam Instruksi Bupati itu adalah kegiatan ibadah  (di Masjid, Mushollah, Gereja, Pura dan Vihara serta tempat ibadah lainnya), dimana wajib menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dengan cara menggunakan masker, menyiapkan hand sanitizer, tempat cuci tangan dan mengatur jarak shaf atau tempat duduk, serta untuk kegiatan resepsi pernikahan, kegiatan hajatan kemasyarakatan, hanya dapat dihadiri paling banyak 30 orang dan tidak ada hidangan makanan di tempat, serta harus mendapat rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten, Kecamatan atau Desa / Kelurahan.

Pembatasan yang diatur dalam Instruksi Bupati tersebut, disosialisasikan langsung oleh Tim Terpadu yang dipimpin oleh Wakil Bupati Tolitoli Moh. Besar Bantilan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli Moh. Asrul Bantilan, S.Sos pada Minggu malam (25/7/2021).

Tim terpadu beranggotakan Pejabat TNI dan Polri serta sejumlah Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli. Sasaran sosialisasi adalah pemilik dan pengunjung cafe, warkop, rumah makan serta taman hiburan dalam Kota Tolitoli.

Sumber: Prokopim Setdakab Tolitoli.

Laporan: Andi Iswana

Komentar

News Feed