oleh

Pemuda Lira Bantaeng Kutuk Keras Kepsek Premanisme

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Seorang aktivis LSM Lingkar Jeneponto Iskandar Lewa dianiaya Oknum Kepala Sekolah SD Kanang-kanang Desa Tino Kab. Jeneponto As di Sasayya Kelurahan Bt. Sunggu Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng, Rabu 6/10/2021.

Saat korban tengah menikmati secangkir kopi tiba-tiba As yang melintas langsung menghampiri korban melakukan penganiayaan terhadap korban Iskandar. Mendapat serangan korban berusaha menghindar namun bogem mentah tetap bersarang si bagian kepala korban.

“Saya sedang duduk ngopi di depan kios milik seorang teman wartawan yang terletak di pinggir jalan poros Bantaeng-Jeneponto” terang Iskandar yang ditemui awak media di Mapolres Bantaeng usai melaporkan peristiwa yang dialaminya.

Dugaan sementara menurut pengakuan korban yang juga mengantongi kartu Pers Media Online Bidik Nasional ini, mengungkapkan bahwa sekira dua atau tiga bulan yang lalu korban menjadi narasumber di salah satu media online Halilintar. “Mungkin dia tidak terima keterangan yang saya ungkapkan di Media Online Halilintar” terang Iskandar. Berita dugaan korupsi di Sekolah terlapor itu ditayangkan kira-kira 2 atau 3 bulan yang lalu di media Halilintar, tambahnya.

Wartawan Media Halilintar Supriadi Awing yang turut mendampingi ke Mapolres Bantaeng mengamini keterangan Iskandar. “betul saya pernah tayangkan dugaan korupsi di sekolahnya (terlapor, Red), kira-kira 2 atau 3 bulan yang lalu, dan pelapor bertindak atas nama LSM Lingkar menjadi narasumber, ungkapnya.

Seperti diketahui terlapor As adalah seorang Kepala Sekolah di SD Kanang-kanang Desa Tino Kab. Jeneponto.

Ketua DPD Pemuda Lira yang turut mendampingi korban Andi Yusdanar mengutuk keras tindakan premanisme yang dilakukan seorang tenaga pendidik, “perilaku terlapor sebagai seorang tenaga pendidik, tidak pantas melakukan tindakan premanisme” kata Karaeng Danar sapaan akrab ketua Pemuda Lira ini.

Seharusnya lanjut Danar, seseorang yang merasa dirugikan pemberitaan terlebih dahulu mengikuti mekanisme hukum sesuai undang-undang pokok Pers. “jika dia merasa ada keterangan yang menurutnya keliru, seharusnya dia meminta ruang hak jawab kepada media, atas pemberitaan tersebut.

Dia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan agar menindak tegas oknum kepala sekolah yang melakukan tindakan premanisme. “tindakan seperti itu tidak mencerminkan sikap seorang tenaga pendidik, tegas Danar.

Hal ini diamini oleh tokoh Pers, Andi Abd Wahab MG, melalui sambungan telepon. Pimpinan Umum PT Link Berita Nasional ini mengecam tindakan main hakim sendiri yang dilakukan seorang pejabat yang dirugikan pemberitaan dimedia.

“jika dirugikan pemberitaan yang bersangkutan dapat meminta ruang hak jawab kepada media yang sama”

“Suatu tindakan yang keliru yang dilakukan seseorang yang dirugikan pemberitaan dengan melakukan tindakan premanisme,” kata Karaeng Butung sapaan akrap Wahab, tandasnya.

Laporan : Armin.

Komentar

News Feed