oleh

Perjuangan Bangsa Papua Perjuangan Kita Bersama

Perjuangan Bangsa Papua Perjuangan Kita Bersama

 Oleh: A. Edwin Ag. P.
(Mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar)

 

Neo Marxisme berangkat dari pemikiran marxis, salah satu kajian yang populer di abad ke-20. Ide ini berasal dari pemikiran Karl Marx dan Friedrich Engels yang dituangkan dalam tulisan pada abad ke-19. Pemikiran pergerakan marxis terdiri atas teori bebas yang menentang aturan masyarakat dominan. Pemikiran Marx meyakini bahwa masyarakat adalah sarana produksi yang menentukan struktur dari masyarakat itu. Struktur tersebut memiliki hubungan superstruktur dasar atau base superstructure yang memberikan ide bahwa ekonomi adalah dasar dari semua struktur sosial.

 Neo-Marxisme adalah sebuah paham yang mengacu pada kebangkitan kritis teori Marxis pada periode pasca-perang, yang paling sering digunakan untuk menunjukkan pekerjaan di bidang ekonomi politik radikal yang mencoba untuk menggabungkan aspirasi revolusioner dan berorientasi konsep Marxisme dengan beberapa perangkat yang disediakan oleh ekonomi non-Marxis, terutama karya Keynes.

Sudah lama perjuangan bangsa kita dalam ilmu marxis terus berdialektika baik menunjukan kualitasnya pembentukan kuantitas baru lalu menuju gerakan yang berkualitas dengan bukti banyaknya gerakan perlawanan rakyat yang bertujuan satu yakni berdaulat atas tanah air . sebgai generasi penerus kita harus melanjutkan perjuangan rakyat khususnya dalam hal ini melakukan pembebasan rakyatt dari dominasi kekuasaan kolonial di tanah air papua. Kolonialise sendiri bersembunyi dibaik kuasa hukum dan pembangunan atas nama pemberdayaan lainya kita di tunutn secara tidka sadar untuk terus memperkokoh hegemoni sistem penindasan di tanah air kita, mulai dari pendidikan ala kolonial yang diarahkan untuk memperoleh kesetaraan sosial dalam masyarakat, sehingga pendidikan dianggap sebgai jalan keluar untuk memperoleh standar tinggi dalam masyarakat. Mau tidak mau sistem penindasan terus di perkokoh.

Belum lagi peran agama yang terkesan saling terkontradiksi dan membiarkan jemaatnya mengomsumsi perbedaan tersebut, tanpa ada jalan keluar dari pinpinan agama yang memicu makin meningkatnya perpecahan antar sesaa kita akibat diselipkan dalam pernyataan yang bertentangan dengan kenyataan pada rakyat.kita menyadari bahwa lompatan historis yang menyebabkan rakyat kita mudah sekali menerima penjejahan sebagai sesuatu yang wajar tetapi ada pula pendapat bahwa lompatan historis marxis terjadi karena faktor kepentingan politik sehingga untuk papua faktor politiklah yang menyebabkan terjadinya lompatan zaman di mulai dengan trikora dan freeport sehingga kontradiksi yang terjadi diatas tanah air kita wajib untuk selesaikan dengan perlawanan dan perjuangan pembebasan.

Menurut saya berdasarkan metode marxis memang bisa menginspirasi akan tetap kerja kitalah yang memeloporinya. Rakyat akan terus dihina jika kita menggunakan asas menunggu moment tertentu atau momen yang tepat, menggunakan material perjuangan yang rumit dan sulit diterjemahkan penindasan rakyat. Oleh karena itu faktor produksi perjuangan pembebsan dimulai dari keseharian kita di rumah dalam refleksi pribadi dan kehidupan sehari-hari. Mulailah membangun kesadaran kritis lewat diskusi seputar situasi dan kondisi tanah air kita sebab potensi masa depan yang lebih baik di atas tanah air kita ada pada masa lalu dan masa kini sehingga mari kita bekerja untuk menetukan masa depan yang lebih baik.

Daftar Pustaka

Budiarjo, M. (2008). Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Samuel womsiwor.(2018). Mari kita bekerja marxisme sebagi pisau perjuangan bangsa: suara paupa

https://www.ruangguru.com/blog/memahami-teori-konflik-karl-marx-dalam-permasalahan-sosial

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.