oleh

Melebarnya Jurang Ketimpangan Sosial-Ekonomi di Tengah Covid-19

Melebarnya Jurang Ketimpangan Sosial-Ekonomi di Tengah Covid-19

Oleh: Ade Irma Amhab
(Mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

 

Pandemi virus korona covid-19 menyebabkan kesenjangan sosial semakin melebar, meurut Baldwin kesenjangan sosial merupakan bentuk ketimpangan distribusi pendapatan ekonomi seseorang (yang kaya) dengan orang yang miskin yang cukup jauh. Ungkapan kaya semakin kaya dan yang miskin semakin meskin telah menjadi kenyataan berulang jika kita berbicara mengenai isu kesenjangan sosial ekonomi penduduk Indonesia yang terjadi pada berbagai aspek khusunya antar kelompok sosial.

Kesenjangan sosial itu muncul karena egoism dari masyarakat Indonesia yang padahal dalam islam, orang yang memiliki harta berlebih harus berbagi dengan orang yang miskin atau dalam artian lain harus saling membantu tetapi kita lihat Indonesia yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat kaya dan melimpah yang harusnya dapat menjadi Negara maju dan dapat mensejahterakan rakyatnya akan tetapi mengapa Negara yang kaya dan melimpah akan sumber daya alamnya  ini kesenjangan sosialnya masih saja tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan maret 2021 angka kemiskinan Indonesia sebesar 10,14% dengan jumlah penduduk miskin saat ini 27,54 juta orang yang sebelumnya angka kemiskinan sebesar 9,22% pada September 2019. Namun akibat pandemi covid-19 pesentase angka kemiskinan saat ini naik di atas 10%.  Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga meunujukkan dalam lima tahun terakhir 20% penduduk teratas menguasai lebih dari 45%  total pengeluaran nasional smentara 40% penduduk miskin konsisten menguasai hanya sekitar 17%.

Sayangnya berbagai fakta lapangan ini direspon kurang maksimal oleh pemerintah. Sebagai contoh program bantuan sosial yang tidak tepat sasaran, yang seharusnya untuk masyarakat miskin malah yang menerima masyarakat teratas belum lagi dana bantuan sosial (bansos) yang diterima masyarakat pun dikurangi karena korupsi sungguh miris. Di masa sekarang ini selama masih ada masyarakat, kelas sosial senantiasa hidup di dalamnya dan jadi label penanda. Seseorang dinilai bukan dari perbuatan atau prestasinya semata, tetapi juga di posisi ekonomi mana dia berada, itulah “hukum alam” yang harus dihadapi saat ini.

 

Daftar Pustaka

Abdhul, Yusuf. (2021). Kesenjangan sosial. Diakses pada 10 Desember 2021, dari https://penerbitbukudeepublish.com/materi/kesenjangan-sosial/

Bona, Maria Fatima. (2021). Pandemic covid-19 picu angka kemiskinan naik di atas 10%. Diakses pada 10 Desember 2021, dari https://www.beritasatu.com/nasional/802831/pandemi-covid19-picu-angka-kemiskinan-naik-di-atas-10

Melebarnya Jurang Ketimpangan Sosial-Ekonomi di Tengah Covid-19

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed