Topikterkini.com.Palu – Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah belum memasukan PT. Bukit Jejer Sukses (BJS) saat perhitungan Indeks K, Tandan Buah Segar (TBS) dan Crude Palm Oil (CPO) yang diselenggarakan di aula lantai 2 Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng, Kamis (16/12/2021).
Kepala Bidang sarana dan pengolahan hasil perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng, Ir.Tri Pusparini, M.Si, saat memandu kegiatan tersebut mengatakan satu satunya perusahaan kelapa sawit yang hanya miliki pabrik pengolahan kelapa sawit tanpa kebun yang berlokasi di kabupaten Morowali ini, belum dapat di masukan dalam perhitungan harga indeks K, TBS dan CPO bulan desember 2021.
Hal ini menurutnya angka yang diusulkan oleh PT. BJS belum menggambarkan kondisi ideal atau kondisi riil secara umum perusahaan kelapa sawit yang ada di provinsi Sulteng.
“Karena jika kita memasukkan satu angka saja yang terlalu sangat ekstrim akan berpengaruh di rata rata awal, baik itu menyangkut indeks K, angka CPO dan TBS, jadi untuk PT BJS kita pending dulu untuk bulan Desember,”kata Tri Pusparini.
Sementara salah satu perwakilan managemen perusahaan sawit lainnya, memunculkan keraguan menanggapi terkait usulan PT BJS yang jauh melampaui sementara tidak memiliki jaminan kebun.
“Jika kita punya jaminan kebun pasti secara hitung hitungan sudah ada sekian jumlah yang kami olah, tambahnya bisa dari luar, jangan sampai hanya menjadi angan angan yang jauh diatas rata rata yang hampir dua kali lipat dari pabrik yang memiliki kebun,” Ujar Siswanto salah satu perwakilan management perusahaan Sawit, sembari Berharap mendapat perhatian dan atensi pemerintah daerah.
Salah satu yang menarik dalam pembahasan TBS tersebut, Disbunak Sulteng pada kesempatan itu menyampaikan bahwa pemerintah akan menggulirkan program yang di namakan “Perkebunan Sawit Rakyat” (PSR). Dimana program ini akan mendapat pembiayaan melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebagai wadah yang akan di tunjuk oleh pemerintah sebagai sumber pendanaan, dan juga di mungkinkan untuk melakukan kemitraan dengan pihak perusahaan.
Hadir di kegiatan tersebut, sembilan perwakilan management perusahaan perkebunan sawit yang ada di Sulteng, Unsur dinas terkait pemerintah daerah dari beberapa kabupaten, APKASINDO Sulteng, beberapa koperasi Mitra perusahaan Sawit, Kegiatan berlangsung aman dan lancar dengan mempedomani Protokol Kesehatan.
(Red)











