oleh

Mahasiswa Program Pasca Sarjana, UIT Sosialisasikan Intervensi Stunting Melalui 5 Pilar STBM

Topikterkini.com.Morut – Mahasiswa Universitas Indonesia Timur Program Pascasarjana melakukan praktek pengabdian masyarakat berupa kegiatan sosialisasi” Intervensi stunting melalui 5 pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) kepada ibu balita, ibu menyusui dan ibu hamil, warga desa Korololaki kecamatan Petasia kabupaten Morowali Utara (Morut) yang dilaksanakan tanggal 17 Desember 2021.

Universitas Indonesia Timur salah satu perguruan tinggi yang terletak di jalan Rappocini Raya nomor 171-206 dan jalan Abdul Kadir nomor 70 Makassar ini menugaskan mahasiswa program pasca sarjana untuk melakukan pengabdian masyarakat,

“Sosialisasi intervensi stunting melalui 5 pilar STBM ini kami lakukan sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, ” ujar Rismawaty, SKM kepada media ini

Rismawaty adalah ketua kelompok dari mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia Timur yang melakukan tugas akhir. Rismawaty juga menambahkan dorongan pihak kampus sangat besar dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Dan respon pemerintah desa Korololaki sangat baik sehingga sosialisasi ini berjalan lancar. Peserta yang hadir dalam sosialisasi pun aktif saat kegiatan tersebut berlangsung,

Vita Angriani, SKM menambahkan hasil intervensi dari kegiatan tersebut ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi stunting,

“Berdasarkan hasil intervensi di Lapangan, ternyata bukan hanya faktor lingkungan yg mempengaruhi stunting pada bayi dan balita, akan tetapi beban moral juga berpengaruh besar terhadap kondisi psikis ank. Utamanya kondisi keluarga, ” urai Vita sapaan akrabnya kepada media

Menariknya dari sosialisasi kegiatan stunting ini, mengapa yang di pilih para mahasiswa pasca sarjana adalah desa Korololaki, sementara desa ini terletak kurang lebih 3 km dari ibu kota kabupaten Morowali Utara. Sanitasi sudah 100% terpenuhi. Air bersih 100% memenuhi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi, Laporan petugas kesehatan (bidan desa) masih ada kasus stunting di desa tersebut. Sehingga timbul pertanyaan, mengapa masih ada stunting?

“Berdasarkan hasil intervensi di Lapangan, ternyata bukan hanya faktor lingkungan yg mempengaruhi stunting pada bayi dan balita, akan tetapi beban moral juga berpengaruh besar terhadap kondisi psikis ank. Utamanya kondisi keluarga, ” ujar Rismawaty

Mahasiswa pasca sarjana lainnya Hj. Nurhikmawati, S. Si mengatakan dalam pertumbuhan anak di perlukan vitamin selain asupan gizi yang lengkap,

“Dalam penangan stunting bagi balita di perlukan mulvitamin selain asupan gizi yang lengkap sehingga pertumbuhan anak lebih baik dan tidak mudah teserang penyakit, ujar Hj. Nurhikmawati

Menutup pernyataan mahasiswa Program Pasca sarjana, Yeni Kristina Wengku, SKM menegaskan,

“Stunting bisa di cegah dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada periode 1000 Hari pertama kehidupan yang artinya sejak anak dalam kandungan hingga berusia 2 tahun yang biasa di sebut periode emas, ” Tutup Yeni

Berikut nama mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia Timur yang melaksanakan sosialisasi di desa Korololaki:

Ketua : Rismawaty,SKM
Anggota : Vita Angriani,SKM
Hj.Nurhikmawati,Ssi
Yeni kristina wengku,SKM.

Laporan: HS

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.