oleh

Empat Inovasi Pelayanan Publik Jeneponto Bersaing Dikompetisi Tingkat Provinsi Sulsel

Topikterkini.com-Makassar | Pemerintah Kabupaten Jeneponto kembali mengikuti ajang bergensi kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dengan membawa empat inovasi pelayanan publik.

Bersaing dengan 23 Kabupaten dan Kota se-Sulawesi Selatan. Jeneponto secara meyakinkan mengikuti penilaian melalui presentase dan wawancara didepan tim penilai dari Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

Ada empat inovasi yang berasal dari Puskesmas Togo-Togo, Puskesmas Kapita, Puskesmas Buludoang dan Puskesmas Bululoe yang dibawa pada ajang kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat Sulawesi Selatan tahun 2022 yang digelar di Ball Room Four Point Hotel Makassar, Selasa (15/3/2022).

Ke empat inovasi pelayanan publik tersebut, yakni Stop Bassung (peduli bebas pasung) yang digagas oleh puskesmas Togo-togo, Uang Panaik (Upaya Penanggulangan TB Dengan Investigasi Kontak) oleh Puskesmas Kapita, Putri Setia (Sehat Tampa Anemia) oleh Puskesmas Buludoang dan Pa’butitta (Pelayanan Program TB Untuk Masyarakat Turatea) oleh Puskesmas Bululoe.

Selanjutnya Inovasi Stop Bassung (Peduli Bebas Pasung) yang digagas oleh Puskesmas Togo-Togo dimaksudkan sebagai wujud kepedulian dengan melihat banyaknya warga yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ).

Secara sederhana, Stop Bassung menjadi inovasi pelayanan publik yang mengedepankan upaya pencegahan, pengobatan dan pemberdayaan kepada ODGJ, dengan begitu diharapkan pelayanan publik Stop Bassung secara berkelanjutan dapat menjadikan Kabupaten Jeneponto bebas pasung.

Kepala Puskesmas Togo-Togo, Imran Rosady sekaligus sebagai inovator saat mempresentasekan inovasinya didepan tim penilai berharap agar ODGJ dapat sembuh dengan mengomsumsi obat secara terukur dan teratur sehingga kekawatiran masyarakat tentang keberadaan ODGJ dapat dihilangkan.

“Alhamdulillah, saat ini di Kecamatan Batang inovasi stop bassung telah diterima baik oleh masyarakat, dan bahkan telah dianggarkan oleh pemerintah desa setempat,” jelasnya.

Setelah Imran Rosady, secara berturut-turut presentasi dilanjutkan oleh Puskesmas Kapita dengan Inovasi Uang Panaik (Upaya Penanggulangan TB Dengan Investigasi Kontak), Puskesmas Buludoang dengan Putri Setia (Sehat Tampa Anemia) dan Puskesmas Bululoe dengan Inovasi Pa’butitta (Pelayanan Program TB Untuk Masyarakat Turatea).

Setelah presentase didepan tim penilai Biro Organisasi Sekretariat Raerah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syusanty Mansyur yang turut hadir ditempat memberikan apresiasi dan dukungan kepada beberapa Puskesmas yang telah mempersembahkan inovasi pelayanan bagi masyarakat.

“Alhamdulillah mudah-mudahan keempat inovasi ini dapat di replikasi dan diikuti Puskesmas lainnya sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat, kami Dinas Kesehatan sangat mengapresiasi melalui penganggaran, selain itu dukungan anggaran dari pemerintah desa sangat membantu berjalannya inovasi ini,” ujar Syusanti Mansyur.

Turut hadir mendampingi Kabag Organisasi Sekretariat Daerah Jeneponto St. Meryam, Kabid Humas Kominfo Mansur, Kabid Penan ggulangan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Suryaningrat, Kapus Buludoang Irfan, Kapus Bululoe Ahmad Zakir dan Kapus Kapita St. Ratika.

Laporan: Ishak Basman
Editor : Nasir Erank

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed