oleh

Sasak Lombok yang Selalu Tanamkan Budaya Malu

Topikterkini.com MATARAM : Saya selalu mengakui kalau Bali itu sangat keren di sisi politik budaya. Bagaimana tidak, seandainya MotoGP itu di Bali maka sudah pastilah semua acara dikemas apik dengan nuansa budaya. Ritual-ritual sakral yang mungkin membingungkan para turis sudah pasti ada di setiap moment. Semuanya bernuansa Budaya.

 

Inilah yang beda. Walau punya peradaban budaya tinggi, orang-orang Sasak di Lombok masih malu-malu. Kita cenderung menunggu diundang daripada langsung mengambil peran. Kalau tidak diundang (dilibatkan) ya sudah tidak apa-apa,.

Di Lombok namanya budaya ‘mesilaq’. Maka harus diundang dulu. Begitulah adab orang Sasak yang ditanamkan betul tentang budaya MALU. Ya, karena malu adalah sebagian dari iman. Maka orang yang tidak tau malu dinamakan ‘songel’. Itu kesan yang buruk dalam masyarakat Lombok.

 

Dalam urusan Mandalika, pemilik acara yang namanya ‘epen gawe’ yang harus aktif mengundang (mesilaq). Karena walau jadi tuan rumah (epen bale), kalau tidak diajak, orang Sasak pantang menawarkan diri ‘nyosor’. Itu juga kesannya tidak baik di sini.

 

Kaum Budaya di Lombok cenderung diam. Wait & see. Melihat, memantau apa yang terjadi. Mungkin terkesan tidak melakukan apa2. Tapi itu saja sudah berarti melakukan dan sangat baik. Karena kalau tidak, maka sudah dipastikan acaranya akan rusak dengan ‘kemaliq’ orang-orang sakral. Bagaimanapun tanah ini adalah ‘gumi paer’ (bumi) para Wali. ‘Campah’ (tawar) setiap ilmu yang masuk apalagi ‘liwat aiq’ (menyebrangi laut).

 

Maka ke depan, silahkan para ‘epen gawe’ (yang punya hajat), undang (pesilaq) orang-orang tua kita di sini. Diskusi lah dengan mereka agar acara berjalan baik dan lancar. Jangan harap mereka (budayawan) yang datang menawarkan diri. Karena di Lombok urusan ritual batin adalah jalan sunyi. Mereka tidak akan gila di ekspose kamera di tengah hujan di jalanan sirkuit. Apalagi menjanjikan mau cuaca sesuai permintaan seperti menu nasi goreng.  Mungkin terkesan sulit cari orang sakti di Lombok, karena mereka tidak mungkin mengaku sakti, apalagi indigo..krena kami menjunjung tinggi adab ☺️

 

Tapi yakinlah orang Sasak selalu mendukung penuh setiap begawe (event) di tanah Lombok. Apalagi dengan niat kemaslahatan dan untuk kejayaan Indonesia tercinta.

#budaya

#adat

#indonesiaku

#Fero_Suryadinata.

(TT-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed