oleh

DP2KB Donggala Melaksanakan Orientasi dan Pelatihan Teknis Bagi Kelompok BKB

Topikterkini.com.Donggala – Kegiatan orientasi pelatihan teknis pengelolaan dan kesejahteraan keluarga pada kelompok bina keluarga balita bagi pengurus BKB tingkat kab Donggala, yang melekat pada bidangnya yaitu ketahanan kesejahteraan keluarga.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan program dari pada BKB ( bidang keluarga balita ), maksud dari BKB ini yang dibina itu bukanlah balitanya, tetapi keluarga yang memiliki balita dan juga di dalam kelompok keluarga tersebut supaya bisa menumbuh kembangkan dengan baik terhadap anak tersebut mulai dari dalam kandungan (janin) sampai berumur 6 tahun, seperti disampaikan Diana, S.Sos. MM, Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas P2KB Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah kepada media ini, Selasa 29 Maret 2022.

Seperti diketahui bersama bahwa ada program yang bernama stunting yang menjadi masalah nasional juga ada keterkaitannya, soal bagaimana kita bisa menumbuh kembangkan anak tersebut mulai dari catin (calon pengantin), pengantin, sampai hamil.

Lanjut kata Diana, Lalu bagaimana cara kita untuk didampingi karena di bidang KB ini sudah ada terbentuk yang namanya TPK ( Tim Pendamping Keluarga) dalam hal ini mendampingi keluarga mulai dari catin (calon pengantin), untuk menghindari kedepannya tidak melahirkan anak yang stunting.

Seperti diketahui kabupaten Donggala berada diposisi ke 2 dari bawah terbanyak tingkat anak stunting. Menurutnya, Stunting ini sendiri adalah keadaan di mana tinggi badan anak tidak sesuai dengan umur anak tersebut, atau di bawah rata-rata tinggi anak pada umumnya.

Hal ini dikarenakan faktor gizi dan mungkin juga pernikahan dini, karena alat reproduksi ibu seharusnya belum bisa menampung janin di dalam kandungan.

‘Saya berharap kegiatan yang dilaksanakan supaya kader-kader yang ada yang sudah terbentuk di beberapa kecamatan betul-betul bisa memberikan edukasi lagi bagi masyarakat,” ujar Diana.

Terkait kelompok-kelompok yang sudah terbentuk terkadang cuma dibentuk tapi tidak berjalan. Sehingga salah satu yang kami lakukan dalam kegiatan ini adalah menghadirkan beberapa pemateri yang betul-betul ahli dan pakar dalam masalah ini.

“Agar bisa memberikan materi-materi kepada para kader-kader yang bisa mereka transferan kembali ke daerahnya masing-masing,”Pungkas Kabid Diana.

Liputan: Alir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed