oleh

Bentuk Tuntutan Mapel Indonesia kepada PT Sorik Marapi Geothermal Power

TOPIKTERKINI/MADINA-Tuntutan MAPEL terhadap SMGP dalam kasus terjadinya keracunan masal agar SMGP bertanggung jawab atas kerusakan dan kerugian yang dialami saat ini, langkah awal Aparat adalah mencari informasi lengkap mengenai kasus keracunan gas dari aktifitas Pembangunan proyek Pembangkit Listirik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tersebut dan mencari tau apa penyebab tumpahan yang sebenarnya hingga bisa terjadi kecelakaan di Sorik Marapi Madina.

Presiden Joko Widodo harus membentuk sebuah komisi ahli untuk mempelajari agar masyarakat tidak kembali terpapar gas beracun dalam melakukan aktivitas pengeboran di Sumur 2 Welpad. Komisi yang dibentuk tugasnya mencari penyebab yang sudah berulang kali mengalami kebocoran gas beracun. Pada 25 Januari 2021 silam, pembangunan power plant Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) tersebut juga memakan korban jiwa. PT PLN (Persero) membatalkan perolehan Power Purchase Agreement (PPA) untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi berkapasitas 3×80 MW.

Ketua Dewan Nasional Mapel Indonesia mengatakan bahwa perusahaan SMGP harus bertanggung jawab atas semburan gas beracun di Sorik Marapi Madina dan akan di tuntut jika terbukti melanggar hukum. Ketua Dewan Nasional M.Yusuf Hanafi Sinaga mengatakan bahwa kebocoran gas beracun yang luas di sorek Marapi Madina merupakan dampak buruk terhadap lingkungan, kesehatan dan perekonomian, Yusuf menginginkan agar SMGP bertindak cepat dan tanggap terhadap tuntutan dari warga sekitar yang secara ekonomis menderita akibat kebocoran gas beracun yang mengancam kelangsungan hidup para petani dan para pemilik usaha lainnya.

Ketua Dewan Nasional akan mengadakan pertemuan dengan para ahli dan memanggil Para Legal Mapel Indonesia (Nanang Ardiansyah) membahas tentang kebocoran pipa gas PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), agar Bupati Jafar Sukhairi Nasution ikut berperan dalam mendorong SMGP untuk menutup dan menghentikan aktifitas pengeboran di Sorek Marapi Madina yang membuat sejumlah satwa liar dalam bahaya. (Arifin L)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed