oleh

Fahruddin Rangga Awali Reses Persidangan Ketiga 2021/2022 Di Desa Bontomanai Takalar

Topikterkini.com-Jeneponto: Fahruddin Rangga (FR) salah satu Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Golkar melaksanakan Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun 2021/2022. Reses ini akan berlangsung dari tanggal 1 – 8 Juni 2022. Pelaksanaan reses diawali di Desa Bontomanai Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar, Jum’at (3/06/2022). Turut hadir, Kepala Desa Bontomanai, sekdes, kepala dusun, imam dusun dan tokoh masyarakat dan masyarakat lainnya.

“Mengapa kami lakukan Reses, sebagai wadah penampung aspirasi masyarakat yang dijadikan sebagai salah satu referensi mengejawantahkan kedalam pokok pokok pikiran,” kata Rangga sapaan akrabnya, yang dibantu oleh tenaga pendamping melakukan peninjauan lokasi di daerah pemilihannya untuk menetapkan titik lokasi pelaksanaan.

Berikut jadwal yang telah disusun oleh Tenaga Pendamping (TP) titik pertama yang di mulai dilaksanakan hari ini Jum’at (3/06/2022), hari kedua Sabtu (4/6/2022) di Kelurahan Salaka Kecamatan Pattalassang, Desa Bontokanang Kecamatan Gakesong Selatan Kabupaten Takalar hari ketiga, Minggu (5/6/2022), hari keempat, Senin (6/6/2022) di Desa Tinggimae Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Hari kelima, Selasa (7/6/2022) di Desa Bontomangape Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar merupakan titik terakhir sekaligus penutup masa reses.

Rangga menambahkan pelaksanaan reses kali ini masih tetap mengikuti standar protokol kesehatan sebqgai protap masa pandemi covid 19, karena walaupun di tempat terbuka tetapi ada potensi terjadi kerumunan maka standar protokol kesehatan ini tetap mewajibkan setiap peserta atau undangan yang yang hadir menggunakan masker, tim pendamping menyiapkan hand sanitizer dan mengatur jarak tempat duduk serta memeriksa suhu badan setiap peserta menggunakan termogan atau pengukur suhu badan.

“Reses ini merupakan wadah untuk menyerap aspirasi dan mendengar secara langsung masukan serta informasi masyarakat yang telah memberi amanah dan tanggungjawab kepada kami selaku wakil rakyat di DPRD Sulsel sehingga sangat penting untuk ikut hadir dalam pelaksanaannya,” kata FR yang juga Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sulawesi Selatan. Seraya menambahkan, dengan demikian informasi, pandangan dan harapan masyarakat dapat terwadahi melalui kegiatan reses ini, karena inilah tempat dan kesempatan untuk disampaikan.

Fahruddin Rangga Awali Reses Persidangan Ketiga 2021/2022 Di Desa Bontomanai TakalarDi acara reses kali ini, salah satu tokoh masyarakat yang hadir, Dg. Ngalle saat dikonfirmasi menyampaikan curahan hati dan harapannya terkait kebutuhan masyarakat tani diantaranya permintaan lanjutan pembuatan jalan tani, ketersediaan pupuk dan bibit agar disalurkan tepat waktu saat mulai musim tanam, dan kendala kesulitan air disaat musim kemarau sehingga perlunya bantuan pompanisasi untuk mengatasinya, termasuk sangat membutuhkan bantuan petani garam yang ada di desa kami.

Lain lagi, Kepala Desa Bontomanai yang diwakili Kepala Dusun Lakatong Pulau Dalam sambutannya, mendorong masyarakat desanya agar proaktif menyampaikan apa yang menjadi kebutuhannya.

Mendengar input dari Dg, Ngalle dan Kepala Dusun, Rangga dengan tegas langsung menyikapi harapan masyarakat satu persatu bahwa semua informasi dan masukan yang disampaikan akan diperjuangkan dalam pembahasan APBD berikutnya.

“Semua masukan dan informasi yang berkembang di dalam dialog reses ini akan menjadi kewajiban untuk diperjuangkan, secara umum usulan masyarakat masih sangat di dominasi kebutuhan dan usulan seperti sarana dan prasarana pertanian baik berupa alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, bibit unggul dan jalan tani serta kebutuhan pertanian lainnya, masyarakat juga mengharapkan pemerintah provinsi sulawesi selatan dapat memberi perhatian terhadap infrastruktur yang ada di desa diantaranya saluran irigasi tersier, jalan lingkungan, saluran drainase dan jalan setapak,” tegas Fahruddin Rangga.

Di hadapan peserta, Rangga kembali mengingatkan dan sangat berharap percepatan penyaluran bantuan pupuk dan bibit agar dapat digunakan tepat waktu masa penanaman benih karena pengalaman yang terjadi selama ini saat masa tanam tiba justru kelangkaan pupuk terjadi.

“Aspirasi yang masyarakat sampaikan hari ini akan kami jadikan salah satu usulan kegiatan prioritas dalam pra pembahasaan dan pembahasan APBD tahun, pungkas FR.

Laporan: Rachim Kallo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.