WAJO

Ajiep Padindang Sosialisasi Empat Pilar Di Kampus Institut Lamaddukelleng

117
×

Ajiep Padindang Sosialisasi Empat Pilar Di Kampus Institut Lamaddukelleng

Sebarkan artikel ini
Ajiep Padindang Sosialisasi Empat Pilar Di Kampus Institut Lamaddukelleng

Topikterkini.com-Wajo: Anggota MPR RI Dr.H.Ajiep Padindang, SE.,MM., melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di Kampus Institut Lamaddukelleng Kab. Wajo Prov. Sulawesi Selatan.

Sosialisasi dilaksanakan, (4/06/2022), diikuti 150 mahasiswa dan beberapa unsur sivitas akademika lainnya. Pun dihadiri Rektor Institut Lamaddukelleng Ismail Ali, SH., MH. dan unsur pimpinan lainnya. Bertindak sebagai moderator, H. Nurman Dai Basri, SE., MM. Kehadiran Dr.H.Ajiep Padindang, SE.,MM. dikampus Institut Lamaddukelleng disambut hangat Raktor dan sivitas akademika lainnya..

Rektor Institut Lamaddukelleng Ismail Ali, SH., MH., dalam sambutannya penerimaannya menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Dr.H.Ajiep Padindang, SE.,MM., dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

“Kami menyambut gembira kehadiran Anggota MPR RI, Bapak Dr.H.Ajiep Padindang, SE.,MM., kata Ismail di kampus Lamaddukelleng. Lebih lanjut Ismail Ali berpesan, saya juga berpesan kepada sivitas akademika khususnya mahasiswa untuk mengikuti materi sosialisasi secara sungguh-sungguh.

Dr.H.Ajiep Padindang, SE.,MM., dalam sosialisasinya, menyampaikan materi Empat Pilar yakni Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.

“Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara merupakan filsafat dan pikiran yang mendalam yang digali dari nilai-nilai masyarakat lokal di Indonesia. Sejak zaman nenek moyang kita, bangsa Indonesia sebagai bangsa religius, bangsa yang ber-Tuhan. Karena itu, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa,” jelas Ajiep Padindang yang juga sebagai Angota DPD RI.

Lebih lanjut, Ajiep Pandindang mengatakan, demikian pula keberagaman suku dan agama yang ada di Inonesia namun dapat hidup berdampingan secara damai merupakan anugerah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Oleh karena itu kita sebagai bangsa harus dapat menjaga kerukunan tersebut. Karena itu Pancasila berfungsi sebagai Pandangan Hidup dan Pemersatu Bangsa,” sambung Ajiep Padindang yang juga mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan empat periode.

Di sosialisasi itu ada sesi Tanya-jawab. Beberapa pertanyaan mengemuka yang diajukan oleh mahasiswa, diantaranya mengenai peran MPR saat ini terhadap pembangunan nasional, dibandingkan di masa Orde Baru, MPR sebagai lembaga tertinggi negara sangat menentukan arah pembangunan nasional karena menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ajiep Padindang menyampaikan bahwa memang benar peran MPR RI di era Orde Baru sangat menentukan karena menetapkan GBHN, namun amandemen UUD 1945 telah menghapus GBHN. MPR RI setelah reformasi tidak lagi memiliki tugas menetapkan GBHN. Namun beberapa tahun terakhir ini muncul kembali wacana untuk menghidupkan kembali GBHN tapi tidak persis sama di era Orde Baru.

“Wacana di MPR RI, ingin ada Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN), yang apabila dilihat dari perspektif fungsional, sangatlah diperlukan. PPHN dimaksudkan untuk menegaskan visi bangsa yang dinamis,” tambah Ajiep Padindang di hadapan peserta sosialisasi.

Ajiep Padindang mengajak peserta sosialisasi untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air, rasa empati, tenggang rasa dan cinta sesama, karena akan menjadi perekat bagi persatuan bangsa dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.

Laporan: Rachim Kallo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *