oleh

DPK Kabupaten Gowa Fasilitasi Pertemuan Penggiat Literasi

Topikterkini.com-Gowa | Meski belum lama diberi amanah sebagai Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Gowa, namun Drs Mustamin Raga, M.Si, sudah membuat langkah maju. Bertempat di Kampung Rewako, Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kamis, (23/06/2022), DPK mengadakan Silaturahmi dan Diskusi Literasi dengan penggiat literasi se-Kabupaten Gowa.

“Perpustakaan itu miniatur peradaban. Tanpa perpustakaan peradaban akan bisu,” terang Mustamin Raga, alumnus Fakultas Sastra Unhas.

Perpustakaan, lanjutnya, merupakan salah satu sub bidang pendidikan. Jadi pustakawan dan penggiat literasi adalah orang-orang yang berperan secara substantif mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini merupakan salah satu tujuan nasional yang tertuang dalam konstitusi. Sehingga, sesungguhnya mereka ikut berperan strategis dalam mencapai tujuan nasional itu.

DPK Kabupaten Gowa Fasilitasi Pertemuan Penggiat LiterasiSebelum menjadi Plt DPK Kabupaten Gowa, tanggal 28 April 2022, Mustamin Raga merupakan Sekretaris DPK Kabupaten Gowa. Dia mengaku mencermati potensi para penggiat literasi dan komunitas di wilayah kerjanya. Mereka semua punya visi yang sama. Meski secara geografis berada di dataran tinggi maupun rendah. Kalau bisa berkolaborasi dan dikelola, akan jadi kekuatan yang besar.

Meski secara kedinasan menjadi tanggung jawab dan tupoksi DPK. Tapi ajang silaturahmi dan diskusi ini, disebut sebagai panggilan jiwanya. Sesuai dengan pengalamannya yang lama bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, terutama saat bekerja di JICA.

Diakui bahwa komunitas literasi adalah mitra yang strategis. Pihaknya tidak bisa melakukan program secara maksimal bila tidak ada dukungan dari stakeholder. DPK tidak bisa memberikan layanan ke daerah- daerah tertentu tanpa dukungan komunitas setempat.

Ditambahkan, ini merupakan simbiosis mutualisma, karena DPK bisa melaksanakan programnya, begitupun penggiat literasi, bisa berjalan programnya. Namun, perlu menemukan titik program yang sama. Karena tugas pemerintah memfasilitasi warganya. Hanya saja, bagaimana mengkonkretkan fasilitasi itu, perlu dirumuskan bersama.

Mustamin Raga lalu menyebut bantuan Perpusnas RI berupa pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Gowa. Walau gedungnya megah dan canggih, katanya, tapi perlu ada aktivitas. Gedung perpustakaan baru itu, rencananya akan diresmikan pada Agustus 2022.

Dia berharap, fasilitas itu bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Sementara, para penggiat literasi dan komunitas, menjadi agen-agen informasi dan literasi, bagaimana memanfaatkan perpustakaan tersebut.

Disampaikan bahwa ada dua output yang ingin dicapai dari pertemuan yang diadakan sejak pagi hingga siang itu. Yakni, silaturahmi dan pembentukan satu wadah bersama para penggiat literasi. Wadah itu akan menjadi mitra dan diakui pemerintah, di mana posisi DPK sebagai pembina.

Kegiatan silaturahmi dan diskusi itu mendapat apresiasi dari para penggiat literasi yang hadir. Mereka sudah lama menunggu forum seperti ini. Sehingga ajang itu dimanfaatkan untuk curah pendapat dan berbagi pengalaman.

Rerata para penggiat literasi itu sudah berprogram lama. Mereka fokus pada pendidikan, pemberdayaan, baik untuk masyarakat secara umum, pemuda maupun anak-anak. Mereka mengadakan kegiatan membaca, menulis, kajian dan lapak baca. Juga penulisan dan penerbitan buku.

Bahkan ada yang membentuk guru cilik karena merasa kekurangan pengajar bagi anak-anak di desanya. Ini sebagai upaya mengalihkan perhatian anak-anak dari gawai mereka. Namun kendala dihadapi untuk meningkatkan layanan perpustakaan, lantaran kekurangan buku yang sesuai segmen anak. Apalagi bacaan anak yang dinilai mahal.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain, Kabid Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Drs Azwar Said, MM, Irfan Latief, SE, pustakawan DPK Kabupaten Gowa, penulis dan penggiat literasi Rusdin Tompo, Labbiri, Muh Saiful Islam, Anwar Nasyaruddin, dll.

Pertemuan ini menghadirkan Darmawan Denassa dari Rumah Hijau Denassa (RHD) sebagai pemateri.

Penerima Kalpataru 2021 ini banyak berbagi inspirasi dan motivasi kepada sesama penggiat literasi.

Dia mendorong mereka tetap konsisten dalam gerakan literasi dengan terus berjejaring dan mengembangkan inovasi.

Pada kesempatan itu pula dimunculkan satu nama sebagai wadah untuk forum bersama para penggiat literasi Gowa.

Wadah itu untuk sementara bernama “Lontara”, akronim dari Lintas Komunitas Penggiat Literasi Warga Gowa.

Plt DPK Kabupaten Gowa, Mustamin Raga, menyampaikan bahwa kalaupun nama itu yang nanti ditetapkan, maka pertemuan silaturahmi dan diskusi di Kampung Rewako itu merupakan embrionya. Para penggiat literasi sepakat, akan mengadakan pertemuan berikut untuk mematangkan wadah itu. Rencananya, pertemuan berikut akan diadakan di RHD, bulan Juli 2022 mendatang.

Laporan: Rachim Kallo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.