oleh

Bupati Agam Bukak Sosialisasi P4GN Bagi Aparatur, Generasi Muda, Tokoh Masyarakat dan Tokoh se-Kabupaten Agam.

Topikterkini.Com_Agam.
Bupati Agam Sumatera Barat, yang diwakili Sekretaris Daerah, Drs H Edi Busti, M Si, Bukak acara Sosialisasi P4GN Bagi Aparatur, Generasi Muda, Tokoh Masyarakat dan Tokoh tokoh se-Kabupaten Agam.

Dalam acara pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) membutuhkan kepedulian banyak pihak. Segala lapisan masyarakat harus menyatakan perang melawan bahaya narkotika.

Hal itu disampaikan Bupati Agam melalui Sekretaris Daerah, saat membuka sosialisasi P4GN tersebut yang dilaksanakan di Hotel Sakura Lubuk Basung Senin (4/7/2022)

Menurut bupati, seluruh lapisan masyarakat memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. dikatakan bahwa kepedulian bersama dapat menjadi tameng dari berbagai pengaruh.

Diungkapkan, baru-baru ini pemerintah daerah bersama DPRD telah melahirkan Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang P4GN dan Prekusor Narkotika. Peraturan tersebut sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Namun upaya ini akan sia-sia jika tanpa adanya dukungan dari masyarakat terutama generasi muda, mari kita bersama-sama menyatakan perang dan turut melawan bahaya narkotika,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, narkotika bagai dua sisi mata uang. Penyalanggunaan narkotika tidak hanya berdampak pada individu bersangkutan, namun juga memberikan efek buruk bagi orang lain atau lingkungan.

“Maka dari itu butuh aturan yang pasti serta pengetahuan yang jelas tentang penyalahgunaan narkotika,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, bupati juga menyampaikan sejumlah amanat Presiden Jokowi dalam rangka pencegahan dan pemberantasan narkoba pada puncak Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2022.

Dalam amanatnya ujar bupati, presiden menginstruksikan untuk menutup semua celah yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Membuat strategi dan aksi pencegahan berkembangannya modus operandi pelaku kejahatan narkoba.

Lalu mengantisipasi perkembangan dan modus baru para pelaku kriminal termasuk dalam pemanfaatan teknologi baru. Meningkatkan kemampuan SDM untuk menghadapi tantangan baru.

“Presiden mengamanatkan untuk mengutamakan layanan rehabilitas, aksebilitas dan akseptabilitas yang menjangkau hingga ke desa sehingga masyarakat mendapatkan layanan rehabilitas yang terjangkau,” ucapnya. (Anto)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.