Uncategorized

PEREMPUAN Banyak Menggunakan Media Sosial Hitungan Perjam Daripada Dengan Laki- laki

83
×

PEREMPUAN Banyak Menggunakan Media Sosial Hitungan Perjam Daripada Dengan Laki- laki

Sebarkan artikel ini

TOPIKTERKINI.COM-BANJARMASIN

BANJARMASIN – Hal ini disampaikan, Staf Ahli Kementeri PAN RB Bidang Politik dan Hukum, Muhammad Imanudin saat menjadi narasumber literasi media di Hotel Rattan Inn, Selasa (29/11/2022).

Ia bilang, pengguna media sosial di Indonesia sangat tinggi.

“Berita hoax ini berita yang tidak benar dan memutar balikkan fakta, berita hoax sudah ada sejak zaman Soekarno dulu hingga zaman Jokowi,” katanya, kepada pewarta media, saat mengisi acara Literasi Media Pemprov Kalsel, Selasa (29/11/2022).

Kata dia, alasan menyebarkan berita hoax, salah satunya membuat kegaduhan di masyarakat.

“45,5 persen masyarakat ragu mengidentifikasi berita hoax di internet, oleh karena itu, kita harus bisa membedakan berita yang fakta maupun hoax, ” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu mengidentifikasi berita hoax atau tidak benar bisa dilihat dari link yang disertakan.

Sementara itu, Redaktur Pelaksana Portal Berita Info Publik, Taofik Rauf menyampaikan, isu prioritas di pusaran agenda politik di Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi berkualitas dan adil di seluruh wilayah, pemerataan pembangunan, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, serta menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kebanyakan berita hoax itu ada di media sosial seperti facebook dan lain-lain.

“Alasan masyarakat menyebarkan informasi hoax karena tidak tahu dan sengaja,” katanya.

Ia bilang, ada cara penanganan hoax antara lain edukasi literasi digital, pendampingan berkelanjutan oleh komunitas, penegakan hukum

“Upaya mengatasi hoax yakni partisipasi publik untuk melaporkan, perangkat kebijakan dan regulasi hukum.

Terpisah, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie menyampaikan, media itu ada tiga yakni media mainstream, media online dan media sosial.

“Media memiliki pengaruh besar dalam membangun dan membentuk persepsi publik,” terangnya.

Ia bilang, kerja para jurnalis buzzer media untuk mendesain atau menyeting yang akan menjadi konten publik.

Penulis: Hadiey
Editor : Nanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *