Topikterkini.com LOMBOK BARAT : Sekelompok Masa Aksi yang mengatasnamakan dirinya warga dari Dusun Jeranjang menuntut kepada pihak pihak PT Adhi Guna selaku pemegang kontrak kerja.
Asnah Udin selaku pemimpin aksi dan selaku Kepala dusun jeranjang, meminta agar bisa memprioritaskan masyarakat setempat agar bisa bekerja dan tidak sebagai penonton saja.
Sekelompok Masa Aksi di sambut langsung oleh dua anggota kepolisian dari polres Lobar yang berpakaian preman.
Salah satu anggota sempat menanyakan ijin dari Aksi Masa apakah ada atau tidak.
Bahkan di saat berdialog antara warga dan pihak PT CML
sempat terjadi kegaduhan dan hampir baku hantam.
Kericuhan itu langsung di pisahkan sama pihak berwajib yang di bantu oleh tim keamanan dari pihak PLTU.
Kegaduhan tidak berhenti sampai disitu, Malah kerumunan masa bertambah banyak.
Agar bisa mendapatkan titik temu dan jalan keluar pihak kepolisian menyarankan untuk di mediasi di Polsek Gerung.
Mediasi berlangsung kurang lebih dua jam, dan kedua belah pihak sama-sama berdamai.
Tapi yang sangat di sayangkan, statemen kadus asnahudin di salah satu Media Online mengatakan, merasa tidak ada transparan terkait proyek tender yang di lakukan oleh PT Adhi Guna, yang dimana PT CML selalu mendapatkannya.
Dia (Kadus) sebenarnya orang pintar dan tau aturan Tapi masalahnya tender harus mengikuti aturan atau prosedur yang berlaku dan di tentukan ucap Masdoni salah satu yang mewakili PT CML saat di temui Awak Media Topikterkini.com
Terkait Masalah warga dusun jeranjang yang bekerja,mungkin 40 % sudah bekerja, ya sangat tidak mungkin kalau sekampung kita akan tampung, makanya kami pernah mengajukan untuk rolling di masing-masing RT.,
Tapi kedatangan kadus bersama dengan warga terkesan ada syarat kepentingan pribadi di dalammya.

H. HAIKAL Menambahkan selaku owner dari PT CML , Kami selalu membuka lapangan kerja untuk masyarakat Khusnya untuk warga jeranjang,Bahkan sekarag kita buka seluas luasnya, dengan secara roling sesuai kapasitas yang di butuhkan,
Dan yang perlu di ingat, PT CML bekerja berdasarkan tender lelang sambungnya.
Dan di tempat yang sama, Kepala Cabang dari PT Adhi Guna Bapak AGUS SETIAWAN memaparkan secara gamblang, kalau besok di tahun 2024 PT Adhi Guna membuka pintu selebar lebarnya untuk yang mau ikutan tender,yang dimana masing-masing perusahaan harus memberikan eksistensinya dan harus memenuhi kriteria atau persyaratan yang ditetapkan,
Bang AGUS sapaan akrabnya, juga Menyayangkan pak kadus dengan statemen di salah satu Media Online Yang beranggapan ada monopoli, itu sangatlah salah besar. Tutupnya.
Liputan : (Foel/TT-01)











