Topikterkini.com.Lombok Timur — Masyarakat Desa Lenek Duren Kecamatan Lenek mengeluh karena program pembangunan Sumur Bor yang di kerjakan oleh Bidang Cipta Karya ( CK ) PUPR Lombok Timur dianggap tidak sesuai harapan dan asal di buat.
Masyarakat sekitar mengeluhkan terkait pipa yang sudah di bangun namun bocor begitu juga dengan kilometer tegangannya tidak bisa terlalu tinggi. Selain itu juga Masyarakat yang akan menggunakan harus iuran setiap kali mau mengambil air untuk membeli pulsa bergiliran.
Pekerjaan konstruksi pada tahun 2021, Nilai Kontrak Rp. 1.008.204.000,00. Dengan tender 1 milyar tersebut ada dugaan terendus tidak sesuai nya pekerjaan dan dugaan banyak sisa anggaran masuk kantong ke oknum pejabat setempat.
Kades Lenek Duruen Juhi mengatakan, Alhamdulilah kami bersyukur dengan adanya sumur bor ini sangat membantu masyarakat namun tidak sesuai harapan, Katanya, Juhi, Senin,05/06/2023.
” Proyek ini sudah diserah terima ke Desa ada pun pemeliharaannya adalah tanggung jawab pengelola. Usai pembangunan selesai air sumur bor tidak ada itu sempat saya dapat informasi di isi ketika ada pihak terkait melakukan pemeriksaan Sumur Bor yang di bangun. Bagaimana kami melakukan pemeliharaan pekerjaan tersebut bisa di katakan tidak sesuai harapan,” Tegasnya.
Ia menerangkan, Sebelum nya masyarakat kami untuk memenuhi kebutuhan minum dan pemanfaatan lainya, sebelum ada sumur bor ini masyarakat cukup kesulitan mengambil air sehingga mengharuskan harus turun ke sungai loang gali untuk mengambil air.
“Cuman walaupun demikian tidak lepas dari kendala dan desa belum bisa memberikan rehap anggaran ini, cuma saja keran yang di tanam itu banyak yang tidak pas yang mungkin tenaga yang di gunakan memasang instalasi itu tidak ahlinya,” Jelasnya.
Ia menyebut, Akhirnya sekarang keran itu bocor begitu di pakai langsung bocor itu lah kendalanya karena kami belum mampu memberikan rehap dari segi alat untuk mengoprasikan sumur bor tersebut. Banyak masyarakat kami juga yang belum tersentuh.
” Kalau di lihat dari sisi itu ya belum maksimal dalam pekerjaan nya. Anggaran kurang lebih 1 M kayak nya dulu utu pada tahun 2021,” Ujarannya.
“Banyak kesalahan dalam penanaman pipa tersebut ada pipa yang terlalu mepet dengan aspal jika terjadi pelebaran aspal ya pasti pipa ini kami bongkar kembali itu yang tidak di pikirkan oleh pelaksana tersebut,” cetusnya.
“Alat yang di pake menyedot air itu juga menjadi kendala sering tidak mampu jika menyedot air kadang – kadang kami harus menunggu sampai bisa menyedot air, kami juga tidak berani memakai keran pembuka air full kami memakai setengah karena kalo dia full pasti akan meledak pipanya tapi untuk sementara ya kami yang harus memperbaiki,” Ucap, Juhi.
“Untuk airnya besar, namun satu dusun yang belum bisa di jangkau yaitu duren timur, sedangkan untuk pembayaran sendiri kami masih amburadul masyarakat iuran untuk sekedar beli pulsa Iuran itu pun di lakukan setiap mengambil air tapi ketika masyarakat tidak punya uang untuk iuran kami dari pihak desa yang menanggulangi,” Tandasnya.
Liputan: Tim











