TOPIKTERKINI.COM|KALIMANTAN SELATAN
BANJARMASIN – GERDAYAK Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan pelantikan pimpinan kabupaten atau kota di gedung mahligai pancasila banjarmasin pada hari, kamis (27/07/2023).
Pelantikan GERDAYAK dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor dan juga petinggi dari instansi serta organisasi – organisasi lainnya.
H. Sahbirin Noor menyampaikan bahwa hadirnya GERDAYAK Kalimantan Selatan adalah salah satu bentuk untuk mempererat persatuan dan persaudaraan.
“Di banjar suku asli banjar dan dayak berdampingan juga bersatu sejak lama dalam sejarah perjuangan Indonesia”. Jelasnya
Dalam lain hal, Ketua Dewan Pimpinan Nasional GERDAYAK Yansen A Binti dalam mengatakan, Juga akan mendukung penuh pembangunan IKN di Kalimantan Timur.


“Pembangunan IKN ini sejalan dengan cita-cita Gerdayak yang dideklarasikan secara nasional pada 2010 lalu yaitu agar masyarakat dayak dapat berperan serta membangun Indonesia,” tegasnya.
Ketua GERDAYAK Kalimantan Selatan H. Ahmad Murjani, S.E juga menambahkan bahwa sebaiknya masyarakat lokal harus diperhatikan dan dilibatkan dalam pembangunan IKN.

“Ketika IKN mulau dilaksanakan, kami berharap diperhatikan sumber daya manusia kami agar kami tidak kalah dengan saudara-saudara kami pendatang dari luar nantinya, Penduduk Kalimantan juga akan selalu menyambut siapa saja yang berkunjung ke pulau disini dan semoga kita selalu bisa menghargai satu sama lain,” Ungkap H Jani.
Turut hadir ketua umum Dewan Adat Dayak , sekretaris umum, dan biro kebudayaan pariwisata (DAD) Provinsi Kalimantan selatan beserta rombongan yang mengikuti dan menikmati rangkaian acara pelantikan.

Sekretaris umum Dewan Adat Dayak Robby Mahajaya dan biro kebudayaan pariwisata Hj. Hasni S.H yang juga sebagai salah satu bacaleg dapil 7 juga sebagai ibu bhayangkari selama 20 tahun di tanah laut ini terlihat sangat besemangat dalam hal yang menyangkut kebudayaan.

“Kami sangat senang dan antusias juga mendukung perkembangan di kalimantan , walaupun kami berbeda organisasi namun tujuanya akan sama tentang masalah budaya dan perkembangan di tanag borneo ini”. Tutup Robby Mahajaya dan Hj. H Hasni S.H











