Topikterkini.com.Donggala – Dinas kesehatan Donggala masuk dalam tataran intervensi spesifik, artinya bagaimana menjaga kesehatan ibu dan anak dan bagaimana mengutamakan pencegahan stunting diawali sejak dini.
Ditemui media ini di ruangan Kasiromu, Jumat (22/12/2023) saat rehat Rakor Kepala Dinas Kesehatan, dr. Syahriar mengatakan bahwa hal ini dimulai dari remaja putri karena remaja putri ini nantinya akan menjadi calon ibu hamil.
Olehnya kata Kadis Syahriar, strategi yang dilakukan adalah bagaimana menyehatkan para remaja putri ini dengan nutrisi yang cukup. selain intervensi saintifik bagaimana higienis lingkungan yang terkait sanitasi lingkungan, agar makanan dan lainnya tidak gampang tercemar oleh mikroorganisme.
Diketahui bersama penyebab stunting secara langsung ada dua, yaitu asupan makanan dan penyakit infeksi. Untuk wilayah kerja puskesmas sekabupaten Donggala, di tahun ini sudah mencapai target nasional 16 persen di tahun 2023 dan untuk capaian target tahun 2024 sebesar 14 persen di tiga puskesmas.
Kadis kesehatan, dr.Syahriar kedepan berharap ada akselerasi penurunan angka stunting dan sudah menggalakan intervensi secara konvergensi, sensitif, dan spesifik yang dilakukan bersama-sama lintas OPD lainnya yang tertuang dalam SK Bupati dalam tim percepatan penanganan stunting.
“Masih ada stunting sebesar empat koma sekian persen di wilayah sirenja, namun target nasional sebesar 16 persen di tahun ini dan target LPJMN presiden sebesar 14 persen,”tutur kadis Syahriar.
“Tentunya, 4 persen kita sudah mencapai target, Bukan berarti zero stunting,” tambahnya.
Lanjut dia, upaya kedepannya nanti akan menciptakan satu desa yang zero stunting dan betul-betul desa tersebut bebas stunting. olehnya itu, dukungan dari teman-teman LSM dan wartawan untuk mempublish hal-hal positif terkait dengan kesehatan itu sangat diharapkan. Tutupnya.
(Alir)











