Hadirkan Pemateri BKKBN Sulteng, Pemkab Donggala Sosialisasikan Program Dashat

Topikterkini.com.Donggala – Penurunan stunting menjadi 14% di tahun 2024 ini BKKBN provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan kemitraan dan konvergensi lintas sektor. Oleh karena itu sinergitas dan komitmen para pemangku kepentingan dan mitra kerja dalam implementasi program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana atau disingkat BANGGA KENCANA dan percepatan penurunan stunting di seluruh tingkatan wilayah harus segera ditingkatkan. Dalam mencapai tujuan dimaksud.

dibutuhkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terutama dalam menyusun. mengembangkan dan menindaklanjuti berbagai kebijakan dan strategi operasional program BANGGA KENCANA dan percepatan penurunan stunting tahun 2024 ke dalam bentuk kegiatan operasional nyata di lapangan serta memiliki output yang terukur. sehingga dapat diimplementasikan secara maksimal guna memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat melalui sebuah pendekatan berbasis partisipasi masyarakat di kampung keluarga berkualitas.
BKKBN menginisiasi untuk mendorong terbentuknya dapur sehat atasi stunting (DASHAT) sebagai upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga beresiko stunting melalui pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang dapat dipadukan dengan sumber daya atau kontribusi dari mitra lainnya.

Stunting merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa kita. Sehingga saat ini kita masih memiliki pekerjaan rumah yang besar karena prevalensi stunting yang masih tinggi yakni 21,5% secara nasional sedangkan untuk Sulawesi Tengah lebih tinggi lagi dari nasional yakni sebesar 27,2% serta Kabupaten Donggala 34,1% berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 tertinggi dari seluruh kabupaten dan kota Sulawesi Tengah yang artinya apabila terjadi 100 kelahiran anak di Kabupaten Donggala maka terdapat sekitar 34 anak yang stunting. Ini menunjukkan bahwa betapa seriusnya kondisi ini harus mendapatkan perhatian dan penanganan yang amat segera dari kita semua. Di sisi lain. mereka yang semula terpapar stunting kelak ketika remaja dan dewasa sangat rentan terhadap penyakit-penyakit tidak menular atau degeneratif seperti diabetes melitus hipertensi jantung koroner obesitas dan lain-lain, karena imunitas lebih rendah.

Kurangnya produktivitas ketika masuk pada usia produktif dan bekerja sehingga akan berdampak pada ekonomi keluarga dan ekonomi bangsa kita. Sementara target angka stunting di tahun 2024 adalah turun menjadi 14% namun di tengah perjuangan besar penurunan stunting kita dihadapkan pada fakta kemampuan penduduk dalam mengonsumsi makanan bergizi masih rendah. Tanpa gotong royong dan sinergitas serta dukungan yang optimal dari para lintas sektor di tingkat provinsi kabupaten kecamatan dan desa atau kelurahan akan sulit mencapai tujuan kita bersama.
Oleh karena itu. kami telah memfasilitasi dukungan anggaran untuk membantu pemenuhan gizi keluarga-keluarga yang menjadi sasaran di kampung KB dari dana alokasi khusus non fisik bantuan operasional Keluarga Berencana (BOKB) untuk percepatan penurunan stunting melalui menu dapur sehat atasi stunting (DASHAT).

Kami sangat berharap, anggaran tersebut digunakan secara optimal dan tepat sasaran sehingga dapat memenuhi harapan kita bersama yaitu menurunkan angka stunting ke depan di Kabupaten Donggala sedangkan kampung KB yang baru terbentuk baru akan diusulkan penganggarannya pada DAK non fisik BOKB setelah teman-teman PKB/PLKB/PPPK melakukan penginputan K/ODI aplikasi SIGA dan penginputan di website kampung KB.
Kita harus berinvestasi pada intervensi keluarga-keluarga beresiko stunting sejak sekarang demi penduduk Indonesia yang semakin sehat maju dan berkualitas. Intervensi ini adalah kunci yang akan membentuk masa depan keluarga daerah dan bangsa kita. Kegiatan sosialisasi tersebut di laksanakan di ruangan pertemuan Dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana Senin tanggal 10/06/2024 kabupaten donggala yang di buka Langsung oleh kepala dinas KB Donggala Lasamudia kepala bidang kesejahteraan keluarga Yesi Natalia Pangkey. dan Narasumber dari dinas BKKBN provinsi Moh Rosni.

Laporan: Alir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *