Topikterkini.com.Donggala – Dalam sambutannya PJ Bupati Donggala Moh Rifani Pakamundi mengatakan bahwa program paskibraka merupakan program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila yang dilaksanakan melalui pembinaan kepemimpinan keterampilan, dan kedisiplinan yang menjunjung nilai kebangsaan, cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, dan peningkatan wawasan kebangsaan kepada putra dan putri terbaik bangsa
Aspek utama dan penting dalam program paskibraka dimulai dari penyelenggaraan pembentukan paskibraka yang transparan, objektif, netral,bersih, dan bebas dari korupsi kata PJ Bupati Donggala Moh Rifani Pakamundi di kamis tanggal 18/07/2024 di Ruang Kasiromu yang ikuta Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II H Sofyan DG Malaba. Kaban Kesbang pol Dudi Utomo Adi. Kejari Donggala yang mewakili kasih Intel ikram. Dandim yang di wakili.
kolusi dan nepotisme. Hal ini didasarkan pada peraturan BPIP Nomor 3 tahun 2022 tentang peraturan pelaksanaan peraturan presiden nomor 51 tahun 2022 tentang program pasukan pengibar bendera pusaka sebagaimana telah diubah dengan peraturan BPIP nomor 5 tahun 2023, tentang panduan teknis dalam penyelenggaraan pembentukan paskibraka tahun 2024.
Paskibraka merupakan salah satu bagian dari generasi muda bangsa Indonesia yang diharapkan memiliki jiwa patriotisme, semangat kebangsaan, nasionalisme, bermental bajak dan tak gentar menghadapi situasi apapun pada saat pelatihan kata PJ Bupati Donggala Moh Rifani Pakamundi.
Calon paskibraka terpilih tahun 2024 merupakan siswa-siswi terbaik Kabupaten Donggala, yang telah melalui proses seleksi yang diikuti sebanyak 361 siswa yang berasal dari SMA/SMK/MA se Kabupaten Donggala dan akhirnya yang terpilih hanya sebanyak 45 siswa yakni sebanyak 23 orang putra dan 22 orang putri. PJ Bupati Donggala Moh Rifani Pakamundi juga sudah melepas siswa terbaik Kabupaten Donggala yang telah lolos pada proses seleksi tingkat provinsi Sulawesi Tengah untuk mengikuti proses pemusatan Diklat dan pelaksanaan tugas paskibraka tingkat provinsi sebanyak 3 orang siswa, yakni dua orang putra dan 1 orang putri. Oleh karena itu harapan saya kalian harus merasa bangga, karena anak-anakku sekalian adalah putra-putri terbaik di Kabupaten Donggala yang mendapatkan amanah dalam melaksanakan pengibaran duplikat bendera pusaka merah putih pada peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 tahun 2024 tingkat Kabupaten Donggala.
Olehnya diharapkan demi suksesnya pelaksanaan tugas pengibaran bendera nanti para calon paskibraka harus mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan penuh rasa tanggung jawab dan ketulusan jiwa serta berdoa kehadirat Allah SWT Tuhan yang maha esa agar selalu diberi kesehatan dan kekuatan serta selalu mendapatkan lindungannya pada pemusatan pendidikan dan pelatihan calon paskibraka kali ini menggunakan sistem pendekatan DESA BAHAGIA, yakni 1 desa yang merupakan gambaran desa yang anggotanya terdiri dari insan-insan pengamal Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan tujuan mewujudkan kebiasaan hidup berpancasila dengan keluarga bahagia, di mana anggotanya mengembangkan sikap positif, seperti taqwa kepada Tuhan yang maha esa, tertib, disiplin, gotong royong dan kekeluargaan. Dalam desa bahagia ini pelaksanaannya dengan sistem kepamongan dengan cara: asah, asih, asuh sebagai kakak dengan adik dan tidak ada kekerasan, intimidasi, perundungan dan penghinaan. Oleh karena itu harapan saya agar dalam pemusatan pendidikan dan pelatihan dengan sistem desa bahagia ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh pembina, pelatih, panitia dan pamong.
Makna dan arti daripada pengibaran bendera adalah mengenang perjuangan pendahulu bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan yang diperoleh dengan pengorbanan darah,
harta dan nyawa para Kusuma Bangsa.
Pengibaran bendera merah putih yang nantinya dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2024 tidak akan sukses tanpa melalui proses pelatihan Dan saya berharap para calon paskibraka agar dalam pelatihan nanti benar-benar memperhatikan apa yang diajarkan para pelatih selama masa pendidikan dan pelatihan. Dan kepada pelatih saya tekankan dalam melaksanakan tugas harus profesional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sebab sukses dan tidaknya pengibaran bendera tergantung adanya satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara panitia, pelatih dan paskibraka itu sendiri ujarnya.
Laporan: Alir.











