Topikterkini.com.Donggala – Kemarin kita meminta kepada dinas pendidikan untuk melaksanakan rapat dengar pendapat ( RDP ), hari ini mereka datang dengan kadis pendidikan H Kasmudin dengan kasubag perencanaan Andri dan operator dinas Ishak, tapi Kabid SD dan SMP tidak hadir”, Kabid SMP Haerun lagi di Surabaya karena anaknya sakit dan Kabid SD Afan lagi di Jakarta berupaya untuk lobi dana DAK. mudah-mudahan masih ada jalan dengan permasalahan saat ini kata Sahlan wakil ketua I dari partai Nasdem ini Saat pimpin rapat dengar pendapat selasa tanggal 13/08/2024 di ruang sidang dua.
Kalau kita mendengar apa yang dia sampaikan ya ini kita tidak bisa juga menyalahkan Dinas pendidikan kata Sahlan. permata Karena rentetannya ini dari awal ada keterlambatan keterlambatan yang dilakukan oleh di tahap perencanaan karena kalau dia menjelaskan tadi bahwa dari awal di Januari kadis pendidikan H Kasmudin sudah menyampaikan di Februari dia sudah menyampaikan kepada kabag ULP walaupun juknis belum ada”,
Di bulan Maret disampaikan lagi, setelah di bulan April baru ada juknis karena ini juga menurutnya keterlambatan katanya di konsultan perencanaan ujar Sahlan, karena itu mungkin dikerjakan oleh seseorang yang dia juga tidak jelaskan siapa dan awalnya dari situ keterlambatan ini”, Maka runtutan yang sudah dari situ dan ada juga masalah-masalah lain yang agak berat baginya untuk menjelaskan kata Sahlan,
makanya sampai pada akhir bulan Mei baru ada produk dan di bulan Juni baru ada lelang dari ULP. bahkan setelah lelang itu Menurut pak kadis pendidikan H Kasmudin dia tidak tahu siapa pemenangnya semua proyek DAK tahun 2024 ini. karena mereka mau menghubungi pemenang-pemenang proyek tapi tidak ada nomor kontak ujar Kasmudin. Karena menurutnya pemenang lelang ini orang-orang yang baru, mungkin yang tidak ada kontaknya dengan mereka”, Sehingga beberapa hari kemudian diserahkan kepada ULP untuk menghubungi orang-orang itu karena tidak mengetahui siapa pemenang pemenang itu”,
setelah itu di bulan Juli mereka sudah selesai membuat produk itu dan harus dikirim ke inspektorat untuk di review kembali, untuk mencocokkan dan menyamakan angka. Setelah dimasukkan ternyata itu barang juga belum dilakukan review karena alasan inspektorat itu belum ada SK dari inspektur inspektorat kepada anggotanya untuk melaksanakan review”,
Jadi waktu sudah mepet, dilakukan pada tanggal 31 itu baru dilakukan. Jadi anggaran yang bisa dimasukkan itu hanya sekitar 400 juta di SMP dan 2 milyar lebih di SD. Jadi waktu itu sementara ini sudah mau selesai dan hanya itu yang bisa di input dan sisanya itu sekitar 22 miliar lebih yang gagal salur kata Sahlan.
Itulah penyampaiannya tadi kepada kami melalui kepala Dinas H Kasmudin”, jadi kami memohon saya juga menyalahkan kepada mereka kenapa di saat-saat seperti itu kami ini selaku mitra dari bapak kami juga mohon disampaikan hal-hal seperti itu ketika ada permasalahan yang muncul, di mana letak kesalahan supaya kami juga bisa mengundang baik pak dinasnya bapak ataupun Kabag ULP supaya kita bicarakan bersama kata Sahlan, tapi di hari-hari sebelum di bulan-bulan yang lalu sebelum terjadi di tanggal di bulan Juli tanggal 31 ini”,
mereka juga mendiamkan diri. jadi ini barang sudah jadi bubur memang ini barang baru kita tahu makanya saya menyampaikan tadi kepada mereka dinas pendidikan bahwa inilah gunanya mitra kerja. kami juga bahkan agak susah menghubungi dinas dikjar ini”, Bagaimana kami tahu permasalahan sementara kami tidak mengetahui apa yang sudah terjadi hari ini”, kami berharap hal seperti ini tidak akan terjadi lagi di tahun-tahun yang akan datang, karena ini akan berimbas di DAK kita di tahun 2025. Karena beberapa hari lalu mereka sudah melakukan zoom meeting itu dengan pusat menyangkut masalah dana DAK dan ada disalurkan di Dikjar sekitar tahun depan itu sekitar 40 miliar lebih.
dan ini akan berimbas ke situ ketika ini tidak terselesaikan dengan baik saya bisa pastikan pusat itu akan tidak menurunkan dana DAK sebesar itu lagi untuk lima tahun, karena dianggap kita saja mengelola sekarang ini sudah gagal jadi bagaimana lagi mereka akan menurunkan. Karena kegagalan di tahun ini akan berimbas pada tahun akan datang ujarnya.
(Alir).











