Donggala

Diterpa Isu Bukan Putra Daerah Asli Donggala, Ini Tanggapan Rahmat Aryad

174
×

Diterpa Isu Bukan Putra Daerah Asli Donggala, Ini Tanggapan Rahmat Aryad

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Donggala – Memasuki tahun politik, semakin banyak isu yang menyasar individu secara pribadi menjadi sorotan. Fenomena ini mencakup berbagai bentuk, mulai dari fitnah di media sosial hingga serangan verbal di ruang publik. Tindakan ini seringkali bertujuan merusak reputasi seseorang, mengganggu privasi, atau menciptakan konflik personal terhadap tokoh kandidat tertentu.

Dalam perjalanan menuju Pilkada Donggala tahun ini, salah satu kandidat bakal calon Bupati Donggala Rahmad Arsyad dan Abd Rasid tak luput dari serangan isu yang mendiskredikan dirinya secara personal.
Pemilik nama lengkap Rahmad M Arsyad. belakangan ini dihantam isu tentang dirinya bukan keturunan warga asli atau bukan bagian dari putra daerah kabupaten donggala.

Hal ini konsekuensi pertarungan setelah pria kelahiran Donggala 23 Oktober 1984 itu bertarung dalam Pilkada Donggala tahun 2024 ini. Rahmad Arsyad sendiri menyatakan bahwa hal itu wajar karena dirinya mengakui selama ini dirinya menghabiskan waktu menempuh pendidikan dan bekerja di luar Donggala. dan Rahmad merespon santai isu-isu yang menyerang dirinya dengan kelakar “sepeninggal orang tua, saya harus merantau ke luar kota, menempuh pendidikan dan bekerja di luar Donggala.

Saat itu saya baru menginjak bangku SMA. Biarkan saja, orang tidak bisa menyerang secara ide gagasan, pasti personalitas yang diserang ujar Rahmad Arsad sambil tersenyum, hehehe”,

Rahmad Arsyad menyadari bahwa dalam kontestasi Pilkada Donggala 2024 ini banyak diisi oleh wajah-wajah lama. Hanya dirinya bersama Abdul Rasyid yang dinilai menjadi kandidat baru yang tampil di Pilkada Donggala.
Rahmat Arsyad lahir di Palu 23 Oktober 1984 dari seorang ibu bernama hanisiyah Yojodolo dan seorang ayah bernama Muhammad Arsyad, di mana kedua orang tuanya berprofesi sebagai seorang guru. Ayah Rahmad Arsyad menghabiskan sisa hidupnya mengabdi sebagai guru dan kacabdis pendidikan di wilayah sirenja, dan tak berselang lama ibunda Rahmat Arsyad Hanisiyah Yojodolo juga wafat. Bersama kakak kandungnya Gunawan M Arsyad, Rahmad mulai berkiprah dalam dunia profesi, menjadi seorang konsultan dan mendirikan rumah ide group, menuangkan pikirannya untuk pemerintahan juga termasuk banyak pendampingan projek pembangunan di Sulawesi Tengah.
Kompetensi seorang Rahmat Arsyad membawanya menjadi seorang dosen di perguruan  tinggi ternama di Jakarta Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan berkiprah menjadi tenaga ahli di DPR RI dan membantu tugas gubernur sebagai tenaga ahli gubernur Sulawesi Tengah.

Belum lama ini Rahmat Arsyad juga banyak melakukan aktivitas di Donggala, melakukan edukasi dan pengembangan sektor usaha dan pertanian bersama para petani dan pelaku usaha di banyak desa di Kabupaten Donggala. Hal itu dilakukan Rahmat Arsyad dalam pengabdiannya di Kadin Donggala. Tak ayal sejumlah penghargaan diraih pria berusia 40 tahun itu seperti Kadin terbaik impact award (KIA) 2023 dan tokoh kolaborasi Syngenta Asia Pasifik 2022.
Dalam momen tertentu, Rahmat Arsyad sering mengungkapkan pesan almarhumah ibu kandungnya. Sejauh apapun kau bekerja dan mencari ilmu, kembalilah dan abdikan dirimu untuk kampung halamanmu. “Tidak masalah orang mau bilang saya ini bukan orang Aslih donggala, Rahmat itu orang Jakarta, Rahmat itu orang Makassar. Toh semua tahu marga yojodolo dari mama saya itu berasal dari mana. Yang pasti saya selalu ingat pesan mama saya sejauh apapun Saya bekerja dan mencari ilmu, Saya harus kembali untuk mengabdi di kampung halaman “, ujar Rahmat Arsyad.

Berikut ini profil dari seorang Rahmad M Arsyad:
Nama : Dr. Rahmad M. Arsyad, S.Sos.,M.I.Kom
Umur : 40 tahun (23 Oktober 1984)
Orang tua:
Ayah : Alm. Muh. Arsyad (Guru / kacabdis pendidikan Kec. Sirenja Kab. Donggala sampai meninggal dunia)
Ibu : Almh. Hanisiyah Yojodolo (Guru)
Istri: Endang Sari, S.IP.,M.Si (Dosen Ilmu Politik Universitas Hasanuddin/mantan komisioner KPU kota Makassar)

Riwayat Pendidikan:
– Sarjana Ilmu Komunikasi Univ. Hasanuddin
– Magister Ilmu Komunikasi pembangunan univ. Hasanuddin
– Doktor ilmu komunikasi politik Univ. Sahid Jakarta

Pengalaman Organisasi:
– Ketua Kadin Donggala
– Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan mahasiswa Islam (KAHMI Donggala)
– Ketua UKM Univ. Hasanuddin
– ketua kerukunan mahasiswa Sulawesi Tengah (KMST) di Sulawesi Selatan
– ketua kebijakan publik (kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia) Sulsel
– himpunan mahasiswa Islam Unhas
– belajar Islam Indonesia (PII) Sulawesi Tengah

Pekerjaan:
– tenaga ahli gubernur Sulawesi Tengah 2019-2025
– tenaga ahli DPR RI 2019
– founder PT. Rumah Ide Group, PT. Indonesia Data Kreatif
– dosen Univ. Bina Nusantara Jakarta

Prestasi:
– penghargaan sebagai lulusan doktor terbaik, termudah dan tercepat Univ. Sahid Jakarta 2023.
– penghargaan lulusan terbaik sarjana ilmu komunikasi Universitas Hasanuddin 2007
– penghargaan sebagai tokoh kolaborasi Syegenta se Asia Pasifik 2022
– peraih penghargaan Kadin Indonesia untuk kategori Kadin terbaik Impact Award (KIA) 2023 secara nasional ujarnya.

Laporan: Alir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *