BeritaDAERAHEKONOMINTB

Peringatan Hari Hantaru, ATR/BPN; Lotim Masyarakat Harus Paham Dengan Sistem Analog ke Digital di Pembuatan Sertifikat!

95
×

Peringatan Hari Hantaru, ATR/BPN; Lotim Masyarakat Harus Paham Dengan Sistem Analog ke Digital di Pembuatan Sertifikat!

Sebarkan artikel ini

TOPIKTERKINI.Com LOMBOK TIMUR–Kantor ATR/BPN Lombok Timur gelar upacara Hari Agraria Dan Tata Ruang (Hantaru) ke-64 kegiatan tersebut di laksanakan di halaman Kantor ATR/BPN Lombok Timur yang berlangsung khidmat

Terlihat ikut menghadiri pada acara tersebut Asisten I, kepala desa, perwakilan polres lotim, dan Kodim.24/09/2024

Dalam hal ini Asisten I Pathurahman mewakili membaca sambutan Menteri ATR/BPN Agus Trimurti Hudoyono.

“Pertama-tama, manilah kita ucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat memperingati Hari Lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), yang kemudian dikenal juga sebagai Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU), ” Ucap Fathurahman membacakan sambutan Menteri ATR/BPN.

Lanjut kata dia Fathurahman, Sejak di sahkan pada tahun 1960 pada tanggal 24 September, undang undang pokok agraria (UUPA) menjadi momen kebangkitan, bukan hanya bagi pelaksana kebijakan di agraria dan tata ruang, akan tetapi bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Menuju 100 tahun Indonesia merdeka, kita bercita cita mewujudkan Indonesia emas 2045 dengan visi aman dan damai, adil dan sejahtera, maju dan mendunia.

Hal tersebut selaras dengan tema hantaru 2024″ ketusnya.

Pada tahun ini kegiatan Hantaru bertajub “Semangat Hantaru, pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia emas tahun 2024” yang senada dengan visi besar bangsa Indonesia.

Di kesempatan yang berbeda Kepala Kantor ATR/BPN Lotim I Komang Suarta menyampaikan “Hari ini kita melaksanakan giat Hantaru yang ke-64, semoga di hari Hantaru ini sesuai dengan tema kita, semoga kementerian ATR/BPN khususnya kantor ATR/BPN Lotim berkinerja semakin baik” kata Suarta.

Lanjut kata dia, semoga masyarakat menerima dengan baik dengan pelayanan ATR/BPN Lotim mengingat di era ini ada tranformasi pelayanan dari analog menuju digital, karena semua pelayanan ini berbentuk elektronik produk yang di hasilkan nanti akan berbentuk elektronik.

“Semoga program kementerian ATR/BPN di Lombok Timur berjalan dengan baik terutama PTSL yang pada tahun ini mendapatkan target yang luar biasa dan ada penambahan, ” jelasnya.

Sebelumnya target PTSL 10,307 yang tersebar yang awalnya di 6 desa yang sekarang menjadi 16 desa, menjelang akhir tahun akan ada alokasi tambahan karena ada provinsi yang tidak bisa mencapai target itu di alokasikan ke NTB.

“Kita patut bersyukur karena mengingat di Lombok Timur masih banyak bidang tanah yang belum bersertifikat kita di alokasikan hampir 12 ribuan untuk tambahannya, ini yang nanti akan kita sebar di beberapa kecamatan, mudah mudahan dengan waktu yang relatif singkat ini bisa tercapai, ” Ujarnya.

Menurutnya, di perkirakan di Lombok Timur ini yang belum tersertifikat 521.000, itu baru 50% yang tersertifikat termasuk aset masih banyak yang belum.

“Sedangkan tanah hulayat di Lombok Timur, jika kami lihat baru sebatas mengiventarisir, yang perlu kita pahami tanah hulayat ini sejatinya harus ada masyarakat hukum adat  yang strukturnya di manfaatkan masyarakat adatnya itu yang harus kita pahami, ” tandasnya.

Namun ia menggaris bawahi, kalo tidak salah ada beberapa yang di tetapkan pemda Lotim masyarakat hukum adat kalo tidak salah. Terkait dengan hak tanahnya belum, nanti akan di coba lihat apakah memenuhi persyaratan untuk di jadikan tanah hulayat.

Dalam acara tersebut juga terpantau di rangkai kan dengan pemasangan lencana kepada pegawai ATR/BPN Lotim serta pembagian sertifikat yang di terima oleh kepala desa setempat.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *