Assalamualaikum Wr.Wb, Salam Sejahtera Bagi Kita Sekalian.
Adalah ikhtiar mengejar takdir dalam merajut asa mengukir cita demi merengkuh impian dan Harapan Baru Sulawesi Tengah yang berkeadilan menuju kesejahteraan penuh berkah dan barakah dari Ilahi Rabbi.
Tidak sedikit masyarakat Sulawesi Tengah yang masih dilanda kemiskinan ekstrem hingga keterbatasan sarana dan prasarana di seluruh deyut sendi hidup dan kehidupan masyarakat Sulteng, menggambarkan nestapa yang tiada berkesudahan bagi mereka yang berharap mengalir sesuap demi sesuap asupan kebutuhan primer dan sekundernya.
Dan Ahmad Ali sangat-sangat menyadari bahwa dengan niatan luhurnya menjadi Gubernur Sulawesi Tengah adalah cara untuk mengabdikan segala dedikasinya mensejahterakan masyarakat Sulteng.
Ahmad Ali juga sangat memahami jika niatannya itu bukanlah hal yang mudah untuk diwujudkan. Tidak hanya ikhtiar usaha yang dapat menyentuh hati masyarakat dan kemudian berkeyakinan memilihnya.
Namun ikhtiar do’a pun menjadi senjata pamungkas yang kelak di saat pencoblosan di bilik suara, bahwa yang menjadi nomor 1 untuk dipilih adalah Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri.
Perjalanan ikhtiar usaha dengan berbagai kekuatan yang dimiliki Ahmad Ali, baik itu Koalisi Partai pengusung dan pendukung, para relawan dan berbagai elemen-elemen kuat di Sulawesi terhadap penguatan pemenangannya telah berjalan dengan baik.
Namun sesuatu hal tidak bisa dipungkiri bahwa ada rahasia dan kekuatan Allah dibalik semuanya. Tidak hanya serta merta berharap akan bantuan manusia, akan tetapi melalui do’a zahir batin meliputi alam semesta pun dimunajatkan.
Karena Allah jualah yang membolak-balikan hati manusia. Dan Ahmad Ali sangat memahami betul akan hal itu, sehingga dengan segala pengalaman yang telah dilaluinya, Ahmad Ali memastikan akan keterlibatan Allah ‘Azza Wajalla mengatur dan menentukan hanya Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri lah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur pilihan nomor 1 masyarakat Sulteng di bilik suara pada tanggal 27 November 2024 mendatang.
Dihadapkan dengan segala masalah pada perjalanan kontestasi ini, dan terlalu berusaha keras untuk menyelesaikannya dengan kemampuan yang sangat terbatas, dan kekuatan Ahmad Ali bersama Abdul Karim Aljufri ada tidak pernah lupa untuk melibatkan Allah dalam setiap permasalahannya bahkan dalam semua hal.
Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di dalam haditsnya:
عَنْ أَبِي العَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ كُنْتُ: خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً فَقَالَ لِي: (( يَا غُلاَمُ! إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ باِللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ )) رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقَالَ: (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ ))، وَفِي رِوَايَةِ غَيْرِ التِّرْمِذِيِّ: (( اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَم يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الفَرَجَ مَعَ الكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ العُسْرِ يُسْراً )).
Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Pada suatu hari aku pernah berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda! Sesungguhnya aku akan mengajarkan beberapa kalimat kepadamu. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau mau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau mau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena (pencatat takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (catatan takdir) telah kering.’” (HR. Tirmidzi, dan ia berkata bahwa hadits ini hasan shahih).
Dalam riwayat selain riwayat Tirmidzi, “Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah di saat senang, niscaya Allah mengenalmu di saat susah. Ketahuilah, bahwa apa saja yang luput darimu, maka tidak akan pernah menimpamu. Dan apa yang menimpamu, maka tidak akan pernah luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran, kelapangan itu bersama kesulitan, dan bersama kesulitan itu ada kemudahan.”
Dari hadits di atas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihati seorang pemuda yaitu Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma agar selalu menjaga Allah, meminta hanya kepada Allah, selalu mengingat Allah diwaktu luang maupun sempit.
Kembali kepada hakikat bahwa kita adalah manusia biasa yang hanya bisa merencanakan dan berikhtiar (berusaha), sekalipun permasalahan yang sangat banyak, sampai kita kadang merasa tidak mampu untuk melewatinya dan menyerah mencari jalan keluar, maka hanya Allah lah yang akan memberikan petunjuk dan mempermudah urusan kita.
Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri bukan merasak siapa-siapa, sehingga mereka berdua selalu melibatkan Allah dalam setiap perjalanan hidupnya, dan sesungguhnya sebagai hamba Allah, siapapun dia hanya mengandalkan kemampuannya yang terbatas.
Sehingga Ahmad Ali menyakini betul, dengan melibatkan Allah dalam setiap perjalanan hidupnya, segala sesuatunya akan diberikan jalan menuju kebaikan yang hakiki.
Maka hal ini kemudian yang meyakini hati masyarakat Sulawesi Tengah, dari berbagai tempat hingga ke seluruh pelosok daerah se Sulteng yang menjadi sample penulis, nyata dan tanpa rekayasa, menunjukkan mayoritas dari masyarakat Sulawesi Tengah sangat mencintai Ahmad Ali dan berharap sosok dermawan ini terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Tengah periode 2024-2029. Barakallah yaa Rabb.
Penulis: Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS – Angkatan 18 Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta)
BERSAMBUNG











