Assalamualaikum wr, wb.
Sebagai sosok yang sangat peduli terhadap isu perempuan, tentu saja Ahmad Ali melihat peran strategis Pengajian Al Hidayah dalam menentukan kualitas keterpilihan calon Gubernur Sulawesi Tengah yang dapat mewakili kepentingan perempuan.
Menurut Ahmad Ali, Pengajian Al Hidayah mempunyai harapan bagi calon Gubernur Sulawesi Tengah terpilih memperjuangkan keadilan dan kesempatan bagi perempuan.
Bahwa kemudian kepemimpinan tidak hanya dinilai dari kemampuan dan kecerdasan, tetapi juga dari akhlak dan moral yang tinggi. Dan inilah latar belakang pemimpin yang baik.
Sebab belajar nilai-nilai Islam yang luhur seperti kejujuran, keadilan dan kasih sayang, telah terselenggara dengan baik di Pengajian Al Hidayah.
Dengan saling mengenal dan memahami, diharapkan akan terbangun kebersamaan yang kokoh dalam mendukung calon Gubernur yang berbasis akhlak mulia.
Dan fungsi inilah yang telah dilakukan oleh Pengajian Al Hidayah sejak 45 Tahun silam, sebagai wadah untuk memperkuat ukhuwah Islamiah diantara jamaah.
Maka dalam konteks pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah ini, sangat wajar kiranya Pengajian besutan Partai Golkar tersebut mengajak umat Islam memilih pemimpin yang amanah dan berpendidikan.
Sebab Pengajian Al Hidayah merupakan tempat yang tepat dalam membahas diskursus pentingnya memilih pemimpin yang berkualitas.
Dan Pengajian Al Hidayah terus secara konsisten untuk saling mengingatkan akan pentingnya aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Menunjukkan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, maka dengan memilih Gubernur Sulawesi Tengah yang baik, adalah Gubernur yang peduli terhadap sesama dan lingkungan serta kegiatan sosial.
Apalagi dengan proses kegiatan yang dilakukan di Majelis Taklim atau Pengajian Al Hidayah sebagai lembaga dakwah dan pendidikan non formal Islam berfungsi untuk memberi dan memperoleh tambahan ilmu dan kemampuan.
Yang kemudian menjadi wadah untuk melakukan aktivitas sosial, tempat bersama-sama untuk mewujudkan minat sosial, dan tempat untuk mendorong lahirnya kesadaran dan pengalaman yang akan mensejahterakan kehidupan rumah tangga masing-masing anggotanya.
Selain sebagai wadah untuk menimba ilmu pengetahuan agama, Pengajian Al Hidayah juga dapat menjadi wadah bagi perempuan untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Sehingga bakat dan keterampilan yang dimiliki oleh jamaah dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang ada di Majelis Taklim.
Dengan latar belakang sejarah berdirinya Pengajian Al-Hidayah karena adanya kesadaran untuk memadukan potensi perempuan umumnya dan muslimah Indonesia khususnya serta didorong oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Berikut disertai kesadaran untuk hidup bermasyarakat dan bernegara sesuai dengan falsafah dan dasar negara, maka dibentuklah wadah pengajian yang dijadikan sebagai sarana pengabdian kaum perempuan muslimah.
Dengan senantiasa meningkatkan nilai-nilai keagamaan bagi perempuan Indonesia sesuai dengan syariat Islam, lalu meningkatkan kualitas Sumber Daya Perempuan Indonesia meliputi Aspek Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi.
Kemudian meningkatkan pemberdayaan kaum perempuan Indonesia di berbagai bidang serta mewujudkan kesetaraan dan keadilan jender dalam berkeluarga dan bermasyarakat, Ahmad Ali berkeyakinan bahwa Pengajian Al Hidayah di Sulawesi Tengah khususnya dapat mengambil peran strategis memberikan konstribusi sosial terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.
Dan tak lupa Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri mengucapkan selamat memperingati Milad Pengajian Al Hidayah Ke 45.
Melalui peran Strategis Pengajian Al Hidayah Sebagai Ormas Penggerak Syiar Islam, masyarakat Sulawesi Tengah khususnya menjadi refleksi terhadap perjalanan Pengajian Al Hidayah dan melakukan kontemplasi untuk perjalanan perjalanan Pengajian Al Hidayah ke depan.
Oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS / Angkatan 18 Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta)
BERSAMBUNG











