Assalamualaikum wr.wb
Langkah cerdas Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri dengan menguatkan simpul kekuatan milenial dan Generasi Z, menegaskan bahwa pasangan Cagub-Cawagub Sulawesi Tengah ini sangat fokus memikirkan kelangsungan masa depan anak bangsa di Sulawesi Tengah menghadapi tantangan global.
Apalagi dengan persiapan generasi emas Indonesia di 2045, sudah selayaknya generasi muda di Sulawesi Tengah mendapatkan tempat dan ruang dalam menegaskan eksistensi hidup dan kehidupannya.
Tidak hanya pintar menelurkan pemikiran positif progresif dari kalangan milineal dan Generasi Z, namun terbangunnya etos kerja inovatif konstruktif juga menjadi fokus terciptanya peluang kerja baru sebagai upaya dan langkah pasti menuju harapan baru Sulawesi Tengah menuju sejahtera.
Perlu diketahui, berdasarkan data Pemilu 2024 di Sulawesi Tengah dan dipastikan akan terjadi tambahan pada Pilkada Gubernur di Sulteng kali ini.
Lebih dari dua juta pemilih Sulawesi Tengah, 442.016 jiwa merupakan pemilih usian 17-24 tahun atau lebih dikenal generasi Z.
Sedangkan pemilih milenial atau usia 25-39 tahun sebanyak 711.391 jiwa. Pemilih milenial ini menjadi pemilih terbanyak dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Sulawesi Tengah.
Pemilih diusia 40-55 tahun lazimnya disebut Generasi X, jumlahnya mencapai 634.824 jiwa, terbanyak kedua setelah Milenial.
Generasi Baby Boomer atau usia 56-75 tahun jumlahnya dalam DPT sebanyak 360.475 jiwa.
Sedangkan pemilih Lanjut Usia (Lansia) yang dikelompok dalam usia 76 tahun keatas, jumlahnya mencapai 87.997 jiwa.
Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah merupakan momen penting dalam perjalanan demokrasi di negeri Tadulako ini.
Pada 27 November 2024 mendatang, generasi milenial dan Gen Z di Sulawesi Tengah akan memiliki kesempatan untuk turut serta dalam menentukan arah masa depan negara melalui hak pilih mereka.
Bagi siswa SMA yang telah memenuhi syarat usia untuk berpartisipasi dalam pemilu, penting untuk memahami betapa besar pengaruh suara mereka dalam menentukan kebijakan publik dan pemimpin yang akan memimpin bangsa ini ke depan.
Namun, kebijakan dari calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang dipilih tentu akan berdampak pada generasi yang memilihnya, oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan pemimpin yang bijaksana dan progresif.
Generasi milenial dan Gen Z dikenal memiliki akses yang luas terhadap informasi melalui internet dan media sosial. Mereka juga memiliki kesadaran sosial dan politik yang tinggi, serta cenderung kritis terhadap berbagai isu yang memengaruhi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk menggunakan kekuatan suara mereka dengan bijak dalam Pilgub Sulawesi Tengah 2024 ini.
Dalam menghadapi Pilgub 2024, generasi milenial dan Gen Z dihadapkan pada berbagai tantangan dan kesempatan. Salah satu tantangan utama adalah memahami kompleksitas isu-isu politik dan kebijakan yang dihadapi oleh Pemerintahan Sulawesi Tengah.
Namun, tantangan ini juga merupakan kesempatan untuk belajar dan terlibat dalam proses demokrasi, meningkatkan pemahaman tentang bagaimana keputusan politik mempengaruhi kehidupan sehari-hari, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
Dalam memilih dalam Pilgub Sulawesi Tengah di 2024 ini, penting bagi generasi milenial dan Gen Z untuk melakukan riset yang cermat dan memperoleh informasi dari berbagai sumber yang dapat dipercaya.
Mereka harus memahami platform dan kebijakan dari setiap calon yang bersaing, serta mempertimbangkan rekam jejak dan integritas mereka.
Dengan memiliki pemahaman yang kuat tentang platform dan kebijakan setiap calon, generasi ini dapat membuat keputusan yang tepat dan memilih pemimpin yang mampu mewakili dan memperjuangkan kepentingan mereka.
Selain itu, generasi milenial dan Gen Z juga dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang isu-isu politik dengan berpartisipasi dalam diskusi dan debat, baik di lingkungan sekolah maupun di komunitas online.
Dengan berbagi pandangan dan mendengarkan sudut pandang orang lain, mereka dapat melihat isu-isu tersebut dari berbagai perspektif dan membuat keputusan yang lebih terinformasi.
Generasi milenial dan Gen Z memiliki potensi untuk menjadi kekuatan yang signifikan dalam Pilgub Sulteng 2024. Dengan jumlah populasi yang besar, suara mereka dapat memiliki dampak yang besar dalam menentukan hasil pemilihan.
Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mendorong partisipasi pemilih yang tinggi di kalangan teman-teman sebaya mereka, serta mengajak mereka untuk turut serta dalam proses demokrasi yang merupakan hak dan tanggung jawab bersama.
Dalam Pilgub Sulawesi Tengah 2024 ini juga, generasi milenial dan Gen Z memiliki kesempatan untuk menggunakan suara mereka untuk membentuk masa depan negara.
Dengan melakukan riset yang cermat, berpartisipasi dalam diskusi dan debat, serta mendorong partisipasi pemilih yang tinggi, mereka dapat memastikan bahwa keputusan politik yang diambil akan mencerminkan aspirasi dan kepentingan mereka sebagai generasi yang akan mewarisi masa depan Sulawesi Tengah untuk Indonesia.
Maka sangat penting menggunakan hal suara dengan bijaksana untuk memilih Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Periode 2024-2029 yang peduli dan memperjuangkan nasib milenial dan generasi Z.
Sesungguhnya Ahmad Ali tidak melihat anak muda sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari solusi. Kami ingin anak muda tidak hanya mencari pekerjaan, tapi juga menciptakan lapangan kerja. Kami ingin kalian menjadi pengusaha yang mampu melahirkan peluang kerja baru.
Malah Calon Gubernur Sulawesi Tengah ini menekankan pentingnya mengubah pola pikir generasi muda, agar mereka tidak sekadar bercita-cita bekerja di perusahaan, tetapi berani menjadi penyedia lapangan kerja.
Hal ini akan diwujudkan melalui program andalannya, yaitu menciptakan 10.000 wirausahawan baru di Sulawesi Tengah, jika dirinya terpilih.
Anak muda harus mulai berpikir lebih luas. Dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) yang semakin dekat dengan Sulawesi Tengah, ini adalah peluang besar.
Ahmad Ali ingin anak muda memanfaatkan peluang ini dan menjadi pengusaha yang menyuplai kebutuhan IKN.
Harapan Ahmad Ali dengan Sulawesi Tengah menjadi penyuplai utama logistik untuk IKN, yang akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama para petani dan pelaku usaha lokal.
Untuk itu, Ahmad Ali juga berencana memperkuat pendidikan vokasi agar generasi muda memiliki keterampilan yang mumpuni dan dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Sulawesi Tengah butuh sekolah-sekolah vokasi untuk melahirkan tenaga kerja yang terampil dan pengusaha yang kompetitif. Kita harus mempersiapkan anak-anak muda agar menjadi generasi yang berkualitas, bahkan hingga ke level doktor muda.
Selain fokus pada kewirausahaan, Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri juga berkomitmen mendukung pengembangan minat anak muda di bidang olahraga elektronik (Esport). Menurut Ahmad Ali, Esport adalah bakat yang perlu diberikan ruang dan dukungan.
Esport itu adalah bakat yang harus diberi kanal. Tidak ada bakat yang buruk, hanya bakat yang tidak tersalurkan dengan baik.
Melalui program-program tersebut, pasangan BERAMAL berharap dapat memberikan solusi nyata bagi generasi milenial dan Gen Z di Sulteng, serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi mereka.
Penulis : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS / Angkatan 18 Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta)
BERSAMBUNG











