Donggala

Ahmad Ali Ingin Pastikan Petani di Sulteng Lebih Sejahtera dan Tidak Lagi merugi Akibat Gagal Panen (Jilid 105)

31
×

Ahmad Ali Ingin Pastikan Petani di Sulteng Lebih Sejahtera dan Tidak Lagi merugi Akibat Gagal Panen (Jilid 105)

Sebarkan artikel ini

Keinginan kuat masyarakat Sulawesi Tengah mendorong sekaligus menyakinkan perjuangan untuk memenangkan Ahmad Ali dan Abdul Karim Al Jufri pada kontestasi Pilgub Sulteng mendatang, bukanlah tanpa alasan yang realistis.

Berbekal rekam jejak yang dimiliki oleh pasangan ini plus signifikansi program yang digulirkan khususnya di bidang pertanian, membawa secercah harapan bagi masyarakat Sulawesi Tengah dapat meningkatkan perekonomiannya sekaligus mengantisipasi seandainya terjadinya gagal panen.

Program dari Ahmad Ali di sektor pertanian, beliau akan mengasuransikan lahan pertanian. Jadi ketika petani gagal panen, maka bisa digantikan dengan asuransi.

Lebih jauh kita amati, kejeniusan Ahmad Ali beserta pasangannya mengusung program asuransi pertanian ini, patut kita apresiasi dan didukung penuh.

Sebab asuransi di bidang pertanian ini bertujuan untuk mencegah kerugian di sisi petani apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses bercocok tanam.

Pertanian dinilai menjadi salah satu jenis usaha yang penuh dengan risiko. Bahwa usaha pertanian dapat merugi sewaktu-waktu?

Misalnya akibat bencana kekeringan, hama, tanah longsor dan hujan berkepanjangan tentu akan mengganggu produktivitas petani.

Kita ketahui bersama , Indonesia adalah negara agraris di mana sekitar 28,79% penduduk Indonesia bekerja pada sektor pertanian sebagai pekerjaan utama dan Sulawesi Tengah adalah merupakan bahagian dari wilayah agraris iti.

Sulawesi Tengah adalah daerah yang kaya akan sumber daya alamnya karena merupakan tropis tropis, namun karena beriklim tropis, ini juga yang dapat menimbulkan gagal panen pada sektor pertanian.

Kebanjiran pada musim hujan, kekeringan pada musim kemarau, selain disebabkan pergantian musim, potensi gagal panen juga dapat disebabkan oleh serangan hama, orgasme pengganggu tumbuhan, dan penyakit. Ketika usahanya gagal, bukan hanya para petani yang merugi, masyarakat juga bisa terkena imbasnya.

Banyaknya lahan pertanian gagal panen memicu kenaikan harga hingga kelangkaan barang. Itulah mengapa, Bakal Cagub Ahmad Ali dan Wacagub Abdul Karim Al Jufri merasa perlu dan sangat memprioritaskan untuk turun tangan mengurangi risiko gagal panen ini.

Lebih jauh kita tilik adalah pertanian menjadi sektor yang layak mendapat perhatian lebih, hal inilah kemudian yang menjadi dasar diterbitkannya Asuransi Pertanian bagi petani untuk melindungi usaha mereka.

Keikutsertaan dalam program Asuransi Pertanian memberikan alternatif skema pendanaan yang akan melindungi pesertanya agar dapat kembali membiayai usaha pertanian di musim berikutnya apabila terjadi kegagalan hasil produksi panen.

Sehingga dorongan dari Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri, sangat urgen dan pasti masyarakat di daerah Sulteng secara menyeluruh yang mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utamanya, sudah tahu betapa pentingnya Asuransi Pertanian bagi petani.

Namun, patut diketahui masyarakat bahwa pengertian dari asuransi Asuransi Pertanian merupakan suatu bentuk perlindungan kepada para petani, melalui perjanjian antara petani dan pihak perusahaan asuransi untuk mengikatkan diri dalam pertanggungan risiko usaha tani khususnya tani padi.

Para petani khususnya usaha tani padi dapat mengalihkan beban risiko yang ditanggungnya kepada pihak ketiga dengan cara mengasuransikan usahanya yang disebut sebagai Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sehingga petani dapat memusatkan perhatian pada pengelolaan usaha tani yang lebih baik, lebih aman dan lebih menguntungkan.

Kondisi kerugian yang dialami petani terkadang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi.

Biasanya petani akan langsung pergi ke tengkulak untuk meminjam modal membangun kembali usaha mereka yang gagal, dan ketika musim panen tiba akhirnya hasil panen tersebut akan dijual sangat murah ke tengkulak sebagai bayarannya.

Tentunya kita semua hendak memutus rantai ini agar petani kita dapat hidup dengan sejahtera.

Maka niatan Ahmad Ali dan pasangannya untuk menguatkan rogram AUTP ini agar mensinkronisasikan dilaksanakan saat kendali Pemerintahan Sulteng di tangan mereka berdua adalah berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Di dalam Pasal 37, terdapat amanah kepada pemerintah dan pemerintah daerah untuk melindungi usaha petani dalam bentuk asuransi pertanian.

Selanjutnya Ahmad Ali menginginkan seluruh jalan di Sulteng ini mulus, karena jalan itu urat nadi perekonomian. Tidak mungkin interaksi ekonkonomi masyarakat baik, interaksi sosial masyarakat baik kalau jalan-jalan masih berlubang, jalan-jalan masih susah diakses.

Hal tersebut diungkap oleh Calon Gubernur (Cagub) Sulawesi Tengah nomor urut 1 Ahmad Ali menegaskan pentingnya kondisi jalan yang baik untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, dalam kampanye dialogis di Desa Kayu Agung, Kecamatan Mepanga, Parigi Moutong, Selasa (08-10-2024).

Pernyataan Ahmad Ali itu sontak disambut riuh tepuk tangan gembira masyarakat yang merindukan jalan beraspal mulus.

Selain itu, Ahmad Ali juga ingin memastikan para petani lebih sejahtera dengan tidak ada lagi petani yang merugi akibat gagal panen.

Bagi Ahmad Ali, petani harus memandang pekerjaan mereka sebagai profesi menjanjikan kesejahteraan. Namun untuk mewujudkan itu, pemerintah harus hadir sebagai penjamin.

Ahmad Ali menguraikan bahwa selama ini masyarakat memandang profesi petani tidak menjanjikan karena pemerintah tidak hadir memberikan perhatiannya. Selam ini masyarakat selalu mengeluh soal benih, pupuk, belum lagi ancaman gagal panen dan permainan harga dari tengkulak.

Sebagai calon kepala daerah, kandidat yang dikenal erat dengan sebutan BERAMAL itu pun ingin meluncurkan progran asuransi pertanian jika dirinya bersama Abdul Karim Al Jufri terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Ahmad Ali menegaskan bahwa asuransi pertanian inilah yang nantu menjamin petani jika gagal panen.

Saat hadir di lokasj kampanye, Ahmad Ali disambut tarian Reog Ponorogo. Suami Nilam Sari Lawira itu ternyata sudah dinantikan kehadirannya untuk membawa perubahan di Sulawesi Tengah.

“Saya tidak tahu kalau ternyata ada kampanye hari ini. Tadi lagi bajak sawah saya dengar ada suara kenceng-kenceng, saya tanya ke teman katanya ada kampanye Ahmad Ali. Saya langsung simpan traktor, terus ke sini lihat kampanye pak Ahmad Ali,” ungkap Rino (65 tahun) sembari menyimak pidato Ahmad Ali dari luar tenda.

Dia menaruh harapan pada Ahmad Ali yang selama ini dikenal sering mengucurkan program bantuan yang pro rakyat saat masih duduk di kursi DPR RI.

Hal senada juga disampaikan oleh Muhlis, pria 69 tahun yang sehari-hari beraktivitas di kebun.

“Pak Ahmad Ali ini tahu apa yang kita butuhkan, kita cuma mau jalan diperbaiki, terus pupuk pak. Susah sekali kita dapat pupuk, kadang mahal, terus habis juga,” ujar Muhlis menimpali.

Mereka bersepakat akan membantu memenangkan Ahmad Ali sebagai calon gubernur agar lebih diperhatikan oleh pemerintah daerah.

Oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS / Angkatan 18 Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta)

BERSAMBUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *