Donggala

Kegiatan Bimtek Pencegahan Dan Penanganan Stunting Oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala Bidang PAUD

64
×

Kegiatan Bimtek Pencegahan Dan Penanganan Stunting Oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala Bidang PAUD

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Donggala – Peserta didik PAUD harapan kami bagaimana peran serta daripada sekolah. untuk mensupport di dalam hal percepatan penurunan angka stunting. Kebetulan peserta didik ini ada usia yang menjadi sasaran pencegahan stunting. yaitu usia di bawah 5 tahun, meskipun juga ada usia 6 tahun. yang usia 2 sampai 5 tahun ini seyogyanya memang kita lakukan pengukuran yang secara berkesinambungan Kata Dokter H Syarial Kepala Dinas kesehatan kabupaten donggala Saat menjadi Narasumber. dan di dampingi oleh kepala Bidang PAUD Lita. Kasi Prasarana bidang PAUD Dulman. Kepala seksi peserta didik dan pembangunan karakter Hesti. di hotel Paramasu palu jalan Domba kelurahan Talise pada hari Sabtu tanggal 12/10/2024,

jadi melalui penimbangan pengukuran tinggi badan untuk mendeteksi tumbuhnya dan melakukan pengukuran terkait dengan perkembangan fungsi kecerdasan atau kognitifnya, melalui stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang pada peserta didik PAUD. olehnya itu diberitahukan kepada peserta latihan agar kiranya mereka menyiapkan alat antropometri yaitu berupa alat pengukur tinggi badan dan berat badan ujar Dokter H Syarial.

serta bagaimana alat peraga untuk menilai stimulasi daripada peserta didik untuk menilai fungsi kecerdasannya. ketika instruksi ini berjalan sesuai harapan, besar kemungkinan intervensi konvergensi ini dapat membuahkan hasil menurunkan angka stunting di kabupaten donggala”,

saya mengharapkan bagaimana peserta didik yang masuk dalam sasaran imunisasi dasar atau pun imunisasi lanjutan itu di informasikan tinggal berkoordinasi dengan petugas Puskesmas di setiap wilayah. di jadwalkan umpamanya petugas Puskesmas ini turun melakukan vaksinasi. kan masih ada imunisasi-imunisasi itu yang di bawah 2 tahun. yang di atas 9 bulan, apalagi penambahan tiga jenis antigen vaksinasi, yang salah satunya itu untuk mencegah kanker mulut rahim. yang kedua untuk mencegah prevalensi kejadian daripada diare yang disebabkan virus yang terkenal dengan vaksin rota virus.

dan satu lagi ada vaksin yang mencegah terjadinya kasus peradangan paru-paru atau yang kita kenal dengan pneumonia, bahkan fungsinya juga bisa mencegah penyakit peradangan pada otak meningitis. jika ini berjalan sesuai dengan ekspektasi insyaallah ke depan balita kami hidup lebih sehat dan kejar tumbuhnya bisa didapatkan agar menciptakan generasi muda yang lebih cerdas kata kadis kesehatan Dokter H Syarial.

harapan kita bagaimana seluruh balita kita ketika tumbuh kembang ini menjadi menjadi balita. yang ketika dia di usia produktif menjadi remaja yang produktif tidak menjadi beban negara atau pun khususnya di Kabupaten Donggala. dan mampu bersaing dengan mungkin usia-usia produktif di kabupaten kota lainnya itu harapan kami.

Beberapa hal sebaiknya kami juga titipkan kepada pelatihan pada kepala sekolah PAUD yang hadir hari ini untuk berkoordinasi dengan kepala sekolah di tingkat SMP SMA. yang menjadi sasaran tablet tambah darah, itu juga kami jadikan muatan agar remaja putri ini segera mungkin kita lakukan intervensi. melalui tablet tambah darah, Karena baru-baru ini Minggu kemarin kalau tidak salah”, kami melakukan desiminasi dengan pihak Poltekkes yang melakukan penelitian di salah satu Kecamatan banawa Tengah,

prevalensi remaja putri kita yang menderita anemia itu sangat tinggi di atas 50%. ternyata setelah dibandingkan apakah tablet tambah darah ini sudah diberikan oleh petugas kesehatan. jawaban mereka memuaskan iya sudah. ternyata remaja putri setelah diberikan tidak dikonsumsi sampai habis ujar H Syarial.

Jadi bukan karena petugas kesehatan tidak mendistribusikan dan tidak mengedukasi. sudah dilakukan semua tapi memang perilaku daripada sasaran ini yang tidak sesuai harapan”, obatnya diambil tapi tidak diminum secara tuntas.

sebagaimana kita ketahui bahwa dosis daripada tablet tambah darah ini seyogyanya diminum setiap minggu sekali buat remaja putri, dan pada saat dia mengalami menstruasi seyogyanya ditambah 10 tablet tambah darah yang dikonsumsi setiap hari,

setiap hari satu tablet tambah darah setelah 10 hari. setelah fase siklus ini 10 hari berakhir maka kembali ke fase awal yaitu per minggu 1 tablet tambah darah. itu yang kita harapkan makanya koordinasi kerjasama dengan pihak dinas pendidikan ini harus intens selalu dilakukan. baik di tingkat kabupaten Kecamatan maupun di tingkat desa.

Alhamdulillah kedua lembaga atau OPD ini sangat dapat dipastikan bahwa mampu berkoordinasi dengan tujuan untuk menekan angka stunting yang ada di Kabupaten Donggala pungkasnya.

(Alir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *