OPINI

Keluarga Besar Sedulur Jokowi Tegak Lurus Prabowo Gibran, Yakin Prabowo Punya Hati Nurani dan Rekrut Paiman

34
×

Keluarga Besar Sedulur Jokowi Tegak Lurus Prabowo Gibran, Yakin Prabowo Punya Hati Nurani dan Rekrut Paiman

Sebarkan artikel ini

Sampai dengan penulis menggoreskan pena di tulisan pagi ini, sosok Prof Dr H Paiman Rahardjo, M. M, M. Si selaku Ketua Umum Sedulur Jokowi, masih luput menuju Kartanegara dari panggilan Prabowo Subianto selaku Presiden terpilih untuk kemudian menindaklanjuti kemungkinan ditempatkan sebagai Menteri atau Wakil Menteri di Pemerintahan Prabowo Gibran.

Dan jutaan jiwa dari Keluarga Besar Sedulur Jokowi Tegak Lurus Prabowo Gibran, sembari memunajadkan do’a dan berkeyakinan penuh bahwa Prabowo Subianto tidak akan meninggalkan Sedulur Jokowi yang secara totalitas dan solid berkontribusi penuh memenangkan Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia Periode 2024-2029.

Sangat wajar memang, jika resah dan gelisah, menggelayut dibenak Keluarga Besar Sedulur Jokowi Tegak Lurus Prabowo Gibran, dengan situasi politik jelang penetapan jajaran kabinet Prabowo tersebut.

Bagi Keluarga Besar Sedulur Jokowi, dalam perjuangan politik, bukan hanya persoalan take and give (“Kamu dapat apa, saya mendapat apa?”).

Akan tetapi ideologi perjuangan untuk saling membesarkan dalam kebermanfaatan adalah konsekuensi logis atas dialektika perjuangan yang sesungguhnya.

Dengan menjunjung tinggi moralitas dan nilai-nilai luhur bangsa demi memperjuangkan semangat kebersamaan menegaskan keberlanjutan pembangunan Indonesia yang semakin hebat, tentunya identitas keberfahaman melekat utuh pada sosok Sang Negarawan Prabowo Subianto yang dimuliakan Allah.

Sedulur Jokowi memang bukan dalam bentuk partai yang kemudian mengusung syarat pencalonan Prabowo Gibran. Karena Sedulur Jokowi ansich merupakan organisasi masyarakat yang dihuni jutaan jiwa orang yang berhimpun di dalamnya dengan mengedepankan semangat silaturahim membangun rencana besar Indonesia menuju masyarakat adil, makmur dan sejahtera.

Dan menjadi pengharapan yang berkelas sesungguhnya, ketika kerja-kerja penguatan konsolidasi pemenangan menghantarkan Prabawo menjadi Presiden terakumulasi dengan baik dan mendapatkan ending kemenangan, sangat patut kiranya jika segenap Keluarga Besar Sedulur Jokowi Tegak Lurus Prabowo Gibran, berharap sosok pmimpin Sedulur Jokowi yakni Paiman Rahardjo dapat diajak bekerjasama oleh Prabowo di Pemerintahannya.

Dan lagi-lagi sangat beralasan kuat bagi Prabowo dengan merekrut Paiman Rahardjo di jajaran kabinetnya berdasarkan kualitas, kapasitas dan kapabilitas seorang Paiman Rahardjo yang sangat mumpuni.

Penulis pun juga tidak akan berulangkali menyebutkan akan betapa kuat loyalitas dan integritas Paiman Rahardjo kepada pimpinan, namun penulis hanya ingin menegaskan bahwa indahnya dalam kebersamaan merajut asa demi mengukir cita dalam satu kesatuan Sedulur Jokowi Tegak Lurus Prabowo Gibran, akan tetap berlanjut.

Sehingga keberlanjutan itu harus ditegaskan secara pasti tanpa membuat segala sesuatunya menjadi mengambang. Karena apapun judul ceritanya, Prabowo kini adalah Presiden terpilih.

Dan dalam hitungan lebih kurang 110 jam lagi, Prabowo Subianto disyahkan sebagai Presiden Republik Indonesia ke 8. Dan dikhabarkan beberapa jam berikutnya, jajaran kabinetnya diumumkan secara resmi dan berlanjut keesokan harinya dengan pelantikan kabinet pemerintahan Prabowo Subianto.

Sebagai rakyat Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa sangat berharap agar pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto ini berjalan dengan sebaik-baiknya dan dapat membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik lagi.

Bagi Keluarga Besar Sedulur Jokowi Tegak Lurus Prabowo Gibran, dengan berjuta impian dan harapan demi harapan baru Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, dalam perjalanan pemerintahan Prabowo Subianto ini dengan tidak melupakan melupakan aset besar bangsa yakni Keluarga Besar Sedulur Jokowi yang ada di seluruh Indonesia.

Dan kepedulian atas dasar dan semangat perjuangan dalam kebersamaan itu dapat dibuktikan dengan sejak awal pemerintahan Prabowo Subianto melibatkan sosok Ketua Umum Sedulur Jokowi Prof Dr Paiman Rahardjo, M. M. M. Si di kabinetnya sebagai representasi Keluarga Besar Sedulur Jokowi Tegak Lurus Prabowo Gibran tidak ditinggalkan oleh Prabowo Subianto.

Sebab dengan para calon menteri termasuk yang berasal dari kubu oposisi atau yang sama sekali tidak berkeringat memenangkan Prabowo sebagai Presiden, dan juga terhadap para wakil menteri, diharapkan Prabowo Subianto tidak salah pilih dalam menempatkan orang-orang yang dianggap cakap sebagai pembantunya.

Hal ini guna menyelesaikan persoalan bangsa yang semakin hari semakin komleks. Dan mereka semua yang dilantik itu bakal dinilai kinerjanya oleh publik.

Keluarga Besar Sedulur Jokowi tentunya tetap mengapresiasi langkah-langkah politik Presiden terpilih Prabowo Subianto semacam itu, sepanjang mereka yang dipilih menjadi pembantunya adalah memiliki integritas dan profesionalitas demi perbaikan bangsa Indonesia di berbagai sektor baik ekonomi, pertanian, perkebunan, pertahanan, keamanan, infra struktur, dan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.

Karena untuk mengawal kinerja para menteri kabinetnya kelak, idealnya setelah syah diambil sumpahnya sebagai Presiden, Prabowo Subianto mengeluarkan semacam Perpres (Peraturan Presiden) yang mengatur pembagian tugas para menteri dan wakilnya sehingga dapat memastikan terintegrasinya seluruh program-program kesejahteraan rakyat di setiap kementerian dan lembaga negara setingkatnya.

Hal itu bukan tanpa dasar, karena tidak ada visi misi menteri dan yang ada hanyalah visi misi Presiden dan wakil Presiden. Artinya proses implementasi visi misi Presiden dan wakil Presiden yang akan dijalankan para menteri itu, kalau tidak diatur dalam suatu aturan yang baku, maka kemungkinan besar akan banyak uang negara yang keluar berhamburan tidak tepat sasaran.

Kita harus mencermati program-program yang akan digulirkan oleh kementerian dan lembaga negara setingkatnya dalam kabinet Prabowo, meskipun tidak semua, para menteri atau kepala lembaga setingkatnya jangan lagi tampak berjalan sendiri-sendiri dan semacam tidak saling koordinasi dalam menghabiskan anggaran negara.

Sehingga dalam realitanya tampak belum begitu dapat memberi dampak yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat banyak di lapangan.

Atas dasar itu seluruh Keluarga Besar Sedulur Jokowi baik di pusat atau di daerah, setiap provinsi dan kabupaten-kota se Indonesia, akan terus mengontrol implementasi program-program peningkatan kesejahteraan rakyat tersebut.

Apabila program-program yang digulirkan sekarang dan tahun 2024 hingga 2029 mendatang tidak menunjukkan indikasi telah terintegrasi secara efektif, atau indikator kesuksesannya tidak dapat terukur secara ekonomis dan masih mengambang, terutama yang dicanangkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi.

Maka itu suatu pertanda bahwa Kabinet Prabowo kelak dapat memuluskan eksekusi program-program yang dikampanyekannya akan membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan yang berkeadilan bagi rakyat banyak guna mengatasi persoalan bangsa, itu berarti hanyalah fatamorgana, asumsi atau pepesan kosong belaka.

Kemudian yang terpenting adalah semua sebagai anak bangsa harus bersama-sama mengawasi kinerja mereka bukan hanya para menteri dan wakilnya, tetapi juga pemerintah dalam arti luas termasuk Prabowo Subianto selaku Presiden RI 2024-2029 sendiri, jangan sampai menyimpang dari garis amanah rakyat dan menghianati konstitusi.

Oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *